Paripurna Istimewa DPRD Tanjab Barat Agendakan Dengar Pidato Kenegaraan

banner 468x60)

KUALA TUNGKAL- DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat gelar Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda mendengarkan pidato Kenegaraan dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 yang disampaikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Kamis (16/08).

Rapat Paripurna istimewa yang diselenggarakan di Ruang Paripurna DPRD ini dibuka langsung oleh Ketua DPRD Faizal Riza ST, MT didampingi Wakilnya Mulyani Siregar SH dan Ahmad Jahfar SH. Rapat Paripurna juga dihadiri Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. Ir. H. Safrial MS beserta Wakil Bupati Drs. H. Amir Sakib.

Dalam mendengarkan sambutan Presiden  memaparkan kinerja pemerintahannya. Dalam pidato yang berlangsung sekitar 25 menit tersebut, Presiden Jokowi menggaris bawahi sejumlah keberhasilan pemerintahannya dalam empat tahun terakhir.

Presiden Jokowi mengatakan distribusi Kartu Indonesia Pintar sudah menjangkau lebih dari 20 juta peserta ditambah perluasan penyaluran program beasiswa Bidik Misi bagi mahasiswa. Presiden juga menyebut Penerima Bantuan Iuran JKN terus meningkat setiap tahun, dari 86,4 juta jiwa di tahun 2014 menjadi 92,4 juta jiwa pada Mei 2018.

Selain itu Presiden Jokowi juga mengklaim dalam empat tahun terakhir, Indeks Pembangunan Manusia juga terus meningkat, dari 68,90 pada tahun 2014 menjadi 70,81 di tahun 2017. “Dengan hasil itu, negara kita sudah masuk ke kategori High Human Development. Kita tidak berhenti bekerja,” sebutnya.

Tak lupa, Presiden Jokowi juga menyinggung angka pengangguran yang menurun. “Tingkat pengangguran terbuka semakin menurun dari 5,70 persen menjadi 5,13 persen,” katanya. Presiden juga menyebutkan jika pemerintah terus mendorong perkembangan usaha UMKM dengan menurunkan tarif pajak final UMKM menjadi 0,5 persen serta penajaman KUR yang bisa dinikmati 12,3 juta UMKM.

Lanjut dikatakan Presiden ,pemeritahannya terus memberikan jaminan perlindungan sosial, salah satunya dengan menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok serta menyalurkan Program Keluarga Harapan kepada 10 juta keluarga. Pemerintah mereformasi sistem bantuan pangan menjadi program bantuan non tunai agar lebih tepat sasaran dan cakupannya akan ditingkatkan menjadi 15,6 juta penerima manfaat pada tahun 2019.Dan jika Rasio Gini sebagai indikator ketimpangan pendapatan terus menurun. “Saat ini berhasil kita turunkan dari 0,406 menjadi 0,389,” katanya.

Turut menghadiri Rapat Paripurna Istimewa, Forkopimda, Anggota Dewan, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian Lingkup Sekretariat Daerah, dan Camat lingkup Kabupaten Tanjung Jabung Barat serta Undangan lainnya.(end)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)