Paripurna Penyampaian Nota Pertanggungjawaban Keuangan Atas Pelaksanaan APBD Kota Jambi Tahun 2015 Khidmad

banner 468x60)

IMG_7381rakyatjambi.co, KOTAJAMBI–DPRD Kota Jambi, Senin 1 Agustus 2016 elaksanakan rapat Paripurna dengan agenda penyampaian nota pertanggung jawaban keuangan atas pelaksanaan APBD Kota Jambi tahun 2015.

Paripurna DPRD Kota Jambi dibuka langsung oleh ketua DPRD Kota Jambi Muhammad Nasir dan dihadiri oleh Wakil Walikota Jambi Abdullah Sani. Dalam paparannya, Wakil Walikota Abdullah Sani menyinggung tentang neraca pemerintah daerah yang merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan Pemerintah daerah mengenai asset, kewajiban, dan ekuitas dana pada tanggal tertentu.

Secara total jumlah aset Pemerintah Kota Jambi per 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp. 3,38 triliun lebih, yang mana bila dibandingkan dengan tahun 2014 terjadi peningkatan sebesar Rp. 228,84 miliar atau meningkat 7.24 persen. Aset tersebut diklarifikasikan menjadi aset lancer, investasi jangka panjang, aset tetap, dan aset lainnya. Sani menambahkan, total aset lancer per 31 desember 2015 sebesar Rp. 198,86 miliar terdiri dari dana dalam kas daerah, kas di bendahara pengeluaran, kas di bendahara penerimaan piutang pajak, piutang retribusi, piutang bagi hasil provinsi, piutang lainnya, dan persediaan.

Jumlah ini, dibanding tahun 2014, mengalami penurunan sebesar Rp. 40,74 miliar atau menurun 17 persen. Untuk total investasi jangka panjang sampai dengan akhir tahun 2015 adalah sebesar Rp. 65,25 miliar. Investasi jangka panjang tersebut berupa penyertaan modal pemerintah daerah sebesar Rp. 65,05 miliar. Sementara investasi non permanen lainnya sebesar Rp. 199,29 juta lebih.

Dikatakan sani, aset tetap yang terdiri dari tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan, serta aset tetap lainnya yang terinvenratarisir sampai dengan 31 Desember 2015 sebesar Rp. 3, 10 triliun. Jumlah ini, dibanding tahun 2014, mengalami peningkatan sebesar Rp. 262,89 miliar atau 9,23%. Aset lainnya terdiri dari tuntutan ganti rugi, aset tak berwujud da aset lain-lain. Total nilai aset lainnya tersebut sebesar Rp. 16,55 miliar lebih. Jumlah tersebut, jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2014, mengalami peningkatan sebesar Rp. 8,6 miliar lebih atau meningkat 108,16%.

Sementara itu, anggota fraksi PKB DPRD Kota Jambi, Abdullah Thaif, mempertanyakan beberapa aset yang dimiliki oleh kota jambi. Diantaranya irigasi. Menurutnya, sesuai pemahamannya, pemerintah kota jambi tidak memiliki irigasi.“Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami, setahu kami kota jambi tidak memiliki irigasi,”ungkapnya.

Dikatakannya, sesuai pemahamannya, irigasi itu diperuntukan untuk persawahan. Oleh karena itu, nanti pihaknya akan mengupas permasalahan ini dalam jawaban fraksi yang akan pada kamis mendatang.“kita akan kupas, dimana letaknya, berapa totalnya,” jelasnya.

Thaif menambahkan, sejauh ini pemerintah baru akan membuat irigasi yang akan dibangun di seberang dengan nilai anggaran Rp 19 miliar. Namun hal itu urung dilaksanakan karena anggaran itu tidak jadi diturunkan. (yop/adv)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)