Pasien Meninggal RSUD Raden Mataher Jambi Ini Diduga Menjadi Korban Malpraktik

877 views
banner 468x60)

imagesLaporan Wartawan Rakyatjambi.co, Eko wijaya

rakyatjambi.co, JAMBI- Seorang pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mataher Jambi, Akbar Firdaus (23) di duga menjadi korban malpraktik.

Warga Broni Skipp II, Rt 23, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi itu meregang nyawa setelah menjalani operasi di RSUD Raden Mataher Jambi.“Sebelum meninggal Akbar sempat mengalami pembekakan‬ setelah operasi,” kata salah seorang kerabat almarhum Akbar, Jailah Shollah, minggu (25/09/16).

Jailah menjelaskan, pada Tanggal 5 september 2016 lalu pihak keluarga almarhum Akbar melakukan konsultasi ke Rumah Sakit Therisia dengan Dr Makrup Afendy.

Setelah melakukan konsultasi, hari itu juga keluarga almarhum langsung mendapat rujukan dari rumah sakit theresia ke RSUD Raden Mataher Jambi. Pada tanggal 7 September 2016 dilakukanlah operasi di rumah sakit plat merah itu dipimpin oleh Dr Makrup. Namun karena berhalangan hadir, akhirnya operasipun dipimpin oleh Dr Nedison setelah mendapat rekomendasi dari Dr Makrup‬.“Dr Nedison langsung mengoperasi Akbar tampa melakukan chek lagi apa penyakitnya. Setelah di operasi pun langsung diserahkan keperawat seolah olah menyepelekan,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, 10 hari dilakukan operasi pihak rumah sakit melakukan operasi ke dua pada tanggal 17 september 2016, Setelah beberapa hari dilakukan operasi almarhum mengalami pembengkakan berlebihan di sekujur tubuhnya, terlebih khusus bagian wajah, dada dan kemaluan‬.“RSUD lakukan operasi kedua, tapi selama satu jam di ruang operasi almarhum diapain pun kami tidak tahu,”ungkapnya‬

‪Dijelaskannya, setelah meninggal korban baru diketahui ada kesalahan dalam memasang selang ke bagianparu-paru. Dari Seharusnya berukuran 27 ml, namun selang yang digunakan hanya berukuran 18 ml‬.‪”Kita meminta bapak gubernur jambi untuk menyelesaikan masalah ini. Karena ini bukan sekali saja menimpa keluarga yang tidak mampu. Kan program dia sesuai janjinya. Pemerintah harus lebih memperhatikan pelayanan dasar dibidang kesehatan kepada masyarakatnya,”jelasnya.

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)