Pasokan Premium Nyendat, Pelansir Banyak Menganggur

298 views
banner 468x60)

Pelansir ; kami hanya mencari sesuap nasi, bukan cari kaya

TANJAB BARAT-Hampir kurang lebih 30 orang pelangsir yang menganggur diSPBU MUNTIALO 24.365.52,dikarenakan pasokan minyak PREMIUM tidak masuk selama satu Minggu.

Akibat hal tersebut,keluhan demi keluhan yang dirasakan para pelansir.

Dengan kondisi seperti ini seharusnya PERTAMINA Jambi memberikan solusi yang terbaik.

Selain itu,yang sangat menyedihkan dimasa Pandemi ini ,mata pencarian yang seharusnya dapat terpenuhi kini tidak dapat dirasakan oleh penglansir lagi.

Dari hasil pantauan dilapangan,para pelansir minyak yang biasanya mengisi waktu untuk menunggu antrian minyak jenis PREMIUM kini terlihat sepi dan tidak ramai seperti biasanya.

Putra salah satu pelansir minyak Jenis PREMIUM saat disambangi awak media mengatakan,atas nama pelansir yang ada di SPBU Muntialo ini sangat berharap kondisi seperti ini dapat teratasi,terutama suplai minyak dari Pertamina Propinsi Jambi.

Selain itu,Tidak masuknya suplai minyak jenis PREMUIN ini sudah mencapai hampir kurang lebih sepuluh hari dimulai dari sekarang.

“Mata pencarian kami hanya melansir minyak mas,jadi bagaimana kami mau memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk sesuap nasi.jika pasokan minyak PREMIUM tidak ada.”ucapnya.

Lanjut dikatakannya,selama hampir sepuluh hari para pelansir yang ada disini sebagian banyak yang menganggur akibat tidak masuknya minyak jenis Premium.

“Minyak yang yang kita jual ini bukan semata untuk mencari kaya,namun untuk kebutuhan rumah dan sesuap nasi.”sebutnya

Diakuinya,dari lansiran minyak yang dibeli tersebut disalurkan kepada masyarakat yang dari perkotaan yaitu wilayah pelosok desa.

“Kita salurkan minyak yang ada bukan untuk kepentingan pribadi,tapi untuk kepentingan bersama yaitu warga yang jauh dari kota.”cetusnya

“Selaku dari perwakilan pelansir pihaknya berharap instansi terkait yaitu PERTAMINA Jambi dapat menyuplai kembali pasokan minyak Jenis PREMIUM diSPBU Muntialo ini,agar mata pencairan kami bisa kembali normal lagi.”tambahnya.

Hal senada juga diutarakan pelansir perempuan sebut saja Buk Zubaidah,dengan tidak masuknya minyak jenis PREMIUM ini sangat terdampak sekali,karna dari melansir minyak tersebut lah kebutuhan rumah yang dimiliki dapat teratasi.

“Kalau kita tidak kerja melansir minyak mas,bagaiman kita mau makan.apalagi kondisi dimasa corono semua sulit mencari uang untuk memenuhi kebutuhan.”cetusnya.

Dikatakannya Kembali,pihaknya berharap instansi terkait yaitu Pertamina Jambi bisa memenuhi suplai minyak jenis Premium di SPBU Muntialo 24.365.52.

“Kami tidak meminta lebih maupun lainnya,namun hanya itu lah harapan kita sebagai pelansir.”paparnya

Kembali serupa dikatakan pelansir perempuan lainnya Sarah,Selaku pelansir perempuan yang ada disini merasa mengeluhkan tidak adanya pasokan minyak PREMIUM diSPBU,sebab pengadilan untuk kebutuhan rumah tangga adalah melansir minyak PREMIUM.

“Peminat minyak jenis lainnya untuk masyarakat pelosok desa kurang diminati, karna harganya jauh lebih mahal.akibatnya kita tidak bisa lagi menjualnya kepada mereka.terpaksa kita menganggur sekarang ini.”ungkapnya

Dijelaskan,untuk sekarang ini akibat tidak adanya pasokan minyak ,keuangan untuk kebutuhan keluarga tidak mencukupi.

“Kita berharap minyak jenis Premium ini dapat kembali lagi disuplai oleh PertaminaJambi ke SPBU Muntialo, agar keluhan pelansir dapat teratasi.”ucapnya dengan nada sedih (by/*)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)