Pedagang Masker ini Beromset Ratusan Ribu

banner 468x60)

Jambi – Kondisi kabut asap yang menyelimuti kota Jambi sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dimanfaatkan sejumlah pedagang musiman untuk menjual masker.

Chandra misalnya, salah seorang penjual masker di pinggir jalan kawasan Telanaipura kota Jambi ini kepada awak media mengaku sempat berhenti menjual masker dikarena kondisi udara yang mulai bersih karena hujan yang melanda beberapa waktu lalu, namun saat ini pihaknya memutuskan untuk kembali menjajakan masker melihat pekatnya kabut asap belakangan. “ hari ini baru jualan lagi karena kabutnya mulai lagi, “ungkap Chandra. Rabu
(16/10/2019).

Diungkapkan Chandra, pekatnya kabut asap hari –hari terakhir diyakini masyarakat akan banyak yang membutuhkan masker. Ditanya pendapatan penjulaan masker, dirinya menyebutkan cukup besar, yakni minimal Rp. 500 ribu perhari. “paling rendah itu dapat 500 ribu lah, “tambahnya.

Meski memperoleh keuntungan dari kondisi kabut asap, namun Chandra mengaku tetap berharap kabut asap segera berakhir. Untuk itu diirinya menghimbau pemerintah secepatnya menyikapi kondisi karhutla yang menimbulkan asap pekat. “ kami menjual masker sekedar kalau ada asap tapi tetap pengennya sehat karena ini untuk kita bersamalah , “pungkasnya.

Untuk kisaran harga masker berbahan dasar kain dengan pilihan warna beragam yang diperolehnya dari grosir di pasar Angso Duo, Chandra membandrol harga Rp.5 .000 , Rp. 10.000 dan Rp. 15 .000 per masker. (*/Syah)

Comments

comments

banner 468x60)

Pedagang Masker ini Beromset Ratusan Ribu

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)