Pegelolaan taman kota dinilai belum optimal

banner 468x60)

images.jpg taman bangko
Merangin-Kebijakan Pemerintah Kabupaten Merangin membangun Taman Kota di Bukit Aur, atau tepatnya di depan Hotel Bukit Indah, pada tahun 2014 lalu menuai kecaman dari sejumlah kalangan. Pasalnya taman yang mehabiskan dana sebesar Rp.1,2 Miliar itu terkesan mubaziar. Pasalnya sampai saat ini taman itu tidak terawat dan tidak berfungsi sebagaimana layaknya sebuah taman.
Tidak ada kesan keindahan di taman Kota itu, malah sebaliknya kawasan yang dulu terdapat lapangan volley, kini telah berubah dengan bangunan turap bertingkat yang membentuk garis kontur.
Kesannya juga tidak terawat, hampir disetiap sisi taman tersebut telah ditumbuhi oleh rumput liar. Sementara pohon palem yang di tanam disetiap tingkat tebing kini telah mongering dan mati.
Lebih parahnya lagi, di kawasan itu juga telah terdapat banyak sekali sampah plastik. Kondisi ini juga diperparah dengan adanya tumpukan kayu bekas bangunan di dalam kawasan taman kota itu.
‘’Sayang sekali, bangunan ini tidak terawat. Mubazir saja kayaknya, tidak ada gunanya,” Kata Dirman, warga yang mengaku tinggal tidak jauh dari taman kota itu.
Ia mengatakan, sebelum dijadikan taman kota, di area itu selalu ramai oleh anak anak muda yang bermain voly, terutama pada sore hari. Ia juga menambahkan kerap diadakan turnamen dilapangan voly tersebut.
‘’Dulu waktu ada lapangan voly disini rame, tapi sejak ada bangunan ini (taman kota) sudah sepi,” imbuhnya.
Terlantarnya bangunan taman kota ini juga mendapat kritikan dari Masduki, ketua LSM Papinhas. Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Merangin, khususnya Dinas Tata Kota tidak serius dalam membangun.
‘’Dari dulu itu (taman kota) sudah mendapat sorotan, orang Dinas Tata Kota membangun sembarangan saja, tidak punya perencanaan yang jelas. Wajar kalau sekarang banguna itu jadi sorotan masyarakat,” kata Maduki.
Ia menambahkan, Dinas Tatata Kota, khusunya Bidang yang menangani masalah tersebut terkesan memboroskan anggaran. Hasilnya bangunan yang seharusnya dapat dinikmati masyarakat kini mubazir dan tidak terawat.
‘’Kalau kondisi yang sekarang, jangankan manusia ayam saja tidak mau masuk kedalam taman itu. Sudah semak, tidak terawat dan terlantar pula,” ujar Masduki.
Sementar itu, Kepala Dinas Perumahan Perkotaan dan Kebersihan (DPPK), Zulhifni, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Muzakir, tidak membantah bila taman kota tersebut masih terdapat banyak kekurangan. Dia mengatakan hal itu lantaran karena berbagai persoalan, salah satunya adalah menyangkut status tanah.
‘’Tahun 2015 ini memang tidak kita lanjutkan pembangunannya, karena ada masalah tanah yang diklaim oleh warga, sebagian dari tanah lokasi taman kota itu adalah tanah dia. Jadi kita fokus menyelesaikan persoalan ini dulu,” kata Muzakir.
Akibat ada klaim kepemilikan tanah oleh salah seroang warga, maka tahun 2015 lanjutan pembangunan taman kota ditiadakan. Rencananya tahun 2016 akan kembali dilanjutkan mengkuti perencanaan, yang diperkirakan masih membutuhkan dana sebesar Rp. 3 Miliar lagi.
‘’Saya sudah ke Jakarta menemui warga yang mengaku sebagian tanah itu milik dia. Dan kita sudah menemui titik terangnya, mudah mudahan tahun ini masalah tanaah ini selesai,” lanjut Muzakir.
Tidak semua tanah ditaman kota diklaim warga, lanjutnya, hanya ada sebagian yang diperkirakan senilai Rp.450 Juta. Hal itu dihitung berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di kawasan tersebut.
‘’Kalau memang warga itu bisa membuktikan tanah itu milik dia, maka pemerintah akan siap mengganti rugi sesuai dengan NJOP di kawasan itu,” Pungkasnya.(MT)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)