Pelaksanaan Program PKH di Tanjabtim Tidak Tepat Sasaran

banner 468x60)

MUARASABAK-Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program dari Kemensos untuk mengentaskan kemiskinan pelaksanaannya banyak yang tidak tepat sasaran, salah satunya di Kabupaten Tanjung (Tanjabtim). Para penerima manfaat PKH bukan dari kategori miskin melainkan masyarakat yang mampu.

Hal itu itu pun diakui Kepala Dinsos P3A Tanjabtim, Lutfiah mengatakan, keluarga yang menerima manfaat dari program PKH di Tanjabtim memang masih banyak yang tidak tepat sasaran namun begitu menurutnya, letak kesalahan itu bukan pada pihaknya melainkan data yang menjadi acuan dari program tersebut.” Kalau pendataannya itu kita mengacu kepada data PPLS statistik 2011 kemudian dimuktahirkan lagi dengan data PBDT tahun 2015. Nah kalau dikatakan penerima dari program itu tidak tepat sasaran kesalahannya pada data tersebut,” bebernya kepada rakyatjambi.co belum lama ini.

Ia mencontohkan, seperti angka kemiskinan di Tanjabtim jika mengacu pada data tersebut, bukannya menurun melainkan meningkat dari 24000 jiwa menjadi 31800 jiwa. Sementara, suport dana dari APBD maupun APBN untuk mengentaskan kemiskinan sudah sangat luar biasa.” Ternyata setelah kita lakukan validasi ada satu desa yang kita jadikan sample, ternyata didesa itu ada orang yang mampu yang pendapatan nya satu minggu bisa 50 juta dan dia masih masuk dalam data itu, “terangnya.

Ia juga mengakui, jika pihaknya kewalahan dengan data tersebut sebab, didalam data terkadang ada warga yang sudah meninggal dunia namun, namanya masuk dalam program dan mendapatkan bantuan.”Sekarang ini kami juga susah memantau karena data itu kan bainem badres dari pusat, nah begitu ada program seperti KIP, KIS dan KKS itu kan langsung ke alamat yang bersangkutan, jadi kalau dibilang tidak tepat sasaran rasanya sih bukan salah kita karena bukan petugas kita yang mendata kita hanya mengikuti alur yang sudah ada,”jelasnya. (Hen)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)