Pelaku Penggelapan Motor Ditangkap

banner 468x60)

WP_20151028_005

Merangin-Pelarian US (40) warga Desa Imber Jati Kecamatan Kekim Selatan Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan berakhir sudah. Pria paruh baya ini ditangkap jajaran kepolisian di saat berada di Sarolangun.
        US ditangkap aparat kepolisian Merangin yang bekerja sama dengan kepolisian Sarolangun atas laporan Abdul Muis yang berprofesi tukang ojek. US dituduh telah melakukan penggelapan sepeda motor milik Abdul Muis.
        Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga SIK melalui Kasubag Humas Polres Merangin, AKP J Sianturi membenarkan penangkapan pelaku penggelapan sepeda motor.
Dikatakan AKP J Sianturi, penangkapan US ini terjadi pada Minggu (25/10) lalu. Dia ditangkap setelah aparat kepolisian mendapatkan informasi mengenai keberadaan pelaku dari korban.
Saat itu, korban melihat pelaku tengah berada di Pasar Atas Sarolangun. Mendapat laporan ini, jajaran Satreskrim Polres Merangin langsung berkoordinasi dengan jajaran Satreskrim Polres Sarolangun untuk menangkap pelaku. Dan akhirnya pelaku berhasil dibekuk di Pasar Atas Sarolangun tanpa melakukan perlawanan.
 ‘’Ya, Minggu (25/10) kemaren pihak Polres Merangin bekerja sama dengan Polres Kabupaten Sarolangun, berhasil meringkus pelaku penggelapan motor milik tukang ojek bernama Abdul Muis, penangkapan pelaku ini berkat informasi dari korban sendiri,” ungkap J Sianturi.
Saat ini kata AKP J Sianturi, pelaku sudah diamakan di sel tahanan Mapolres Kabupaten Merangin guna menjalani hukuman atas perbuatan tindak pidana yang dilakukan.
Atas tindakannya, pelaku akan dikenakan pasal 372 tentang penggelapan motor dengan ancaman pidana diatas lima tahun kurungan.
‘’Pelaku akan di jerat dengan pasal tindak pidana penggelapan, dengan ancaman kurungan sekitar lima tahun penjara,” pungkasnya.
Aksi penggelapan sepeda motor yang dilakukan US terjadi pada bulan Mei 2015 lalu. Saat itu, pelaku yang berasal dari Sumatera Selatan ini baru tiba di Kabupaten Sarolangun dengan tujuan untuk mencari pekerjaan.
Niat untuk mencari pekerjaan tak kunjung didapat. Karena butuh uang, terbersit dibenak pelaku untuk melarikan sepeda motor.
Tak berapa lama, pelaku bertemu dengan korban, Abdul Muis yang berprofesi sebagai tukang ojek. Kemudian pelaku bertanya apakah korban mau mengantarnya ke Kabupaten Merangin. Saat itu pelaku berkata dirinya hendak merantau ke Merangin. Karena percaya, korban pun memenuhi keinginan pelaku dengan jumlah bayaran yang telah disepakati.
        Dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Vega R, korban bersama pelaku tiba di Kabupaten Merangin. Setiba di Kota Bangko, pelaku mulai menjalankan aksinya. Dengan berpura pura ada keperluan dan meminjam sepeda motor korban untuk waktu yang singkat. Korban pun mempercayai perkataan pelaku. Sepeda motor itupun diberikan kepada pelaku dengan tanpa rasa curiga.
        Setelah ditunggu dalam waktu yang cukup lama, pelaku tak kunjung muncul. Akhirnya korban baru menyadari jika dirinya menjadi korban penggelapan sepeda motor. Lalu korban langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolres Merangin.
        US yang diwawancarai koran ini mengatakan, aksi penggelapan sepeda motor yang dilakukannya itu lantaran dirinya terdesak uang. Sulitnya mendapatkan pekerjaan, membuat pelaku nekad untuk melakukan tindak kejahatan.
‘’Saya melakukan aksi ini, karena susah untuk mencari makan dirantau orang,” ungkap US.
Dikatakan US, usai membawa lari motor korban, motor tersebut dijual ke Suku Anak Dalam (SAD) yang berdomisili di seberang Desa Kungkai Kecamatan Bangko seharga Rp 2.450.000. Dari hasil penjualan tersebut dipergunakan untuk biaya hidupnya sehari-hari.
‘’Hasil pejualan motor itu saya gunakan untuk keperluan saya sehari-hari,” singkat US.(MT)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)