Pemkab Diminta Support Kerajinan Tanjak Siswa SLB Kuala Tungkal

banner 468x60)

IMG-20170312-WA0003

Laporan Wartawan rakyajambi.co, Eko wijaya

rakyatjambi.co, KUALA TUNGKAL- Sejak Juli 2016 lalu kreatifitas pembuatan Tanjak yang merupakan kekhasan pakaian lelaki di rantau Melayu, yang dicetus salah satu guru Sekolah Luar Biasa Kuala Tungkal mampu menembus pasar Nasional. Namun, untuk menyalurkan kreatifitas anak-anak kreatif ini masih kekurangan peralatan dan modal. Sehubungan dengan itu, DPRD mendorong Pemkab Tanjab Barat untuk mendukung SLB dalam menyalurkan kreatifitas pembuatan Tanjak.

Seperti yang dikatakan H. Muhammad Fadli, SH Anggota Komisi I DPRD Tanjab Barat. Kretifitas anak-anak inikan berkelanjutan, dan nantinya bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka setelah mereka mandiri.”Kalaupun mereka kekurangan peralatan stickholder terkait seperti Dinas Sosial, syukur-syukur Bupati bisa mendukung untuk itu. Supaya dalam pebuatan tanjak segalanya tersedia,” ungkap Politisi PKB ini.

Selain itu juga perlu diperhatikan dalam segi permodalan mereka yang tak kalah pentingnya menjadi perhatian.”Yang terlebih lagi masalah pemasaran. Pemasaran harus diperkuat, diperluas apalagi ini merupakan aset. Apalagi anak-anak SLB ini latar belakang mereka perlu perhatian serius dari kita semua,” sebutnya.

Sementara menyangkut permodalan itu kata H. M. Fadli, itu ada aturanya, apalagi saat ini menyangkut uang harus melalui aturan yang ada. Baik seperti hibah dan hal lainya.”Tapi kita berharap supaya Pemerintah Daerah serius untuk memperhatikan permodalan ini. Saya rasa Pemerintah Daerah taulah bagaimana mengatasi permasalahan ini. Kita dorong lah kepada Bupati dan jajarannya memperkuat itu. Sehingga pembuatan Tanjak ini berkembang secara luas dalam segi pemasaranya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui,
Carry Agoeng Kepala SLB Kuala Tungkal mengatakan, kerajinan Tanjak pertama kali diperkenalkan oleh Muhammad Irfan salah seorang guru pembimbing SLB. Dan Kreatifitas pembuatan tanjak yang dilakukan sejak Juli 2016 lalu.”Sejak dicetus oleh guru pembimbing di SLB ini dengan kita terus melakukan percobaan akhirnya anak-anak kita di SLB juga mampu membuatnya,” ungkap Carry Agoeng.

Hingga kini kata Carry, kerajinan Tanjak murid SLB tersebut sudah banyak dilirik oleh kalangan masyarakat umum, Pejabat Pemerintahan, Anggota DPRD dan bahkan hingga ke kalangan Partai Politik.”Pesanannya lumayan, dari kantor-kantor juga sudah, dari masyarakat juga sudah, dari DPRD juga sudah, bahkan dari kalangan partai juga mesan dengan kami,” sebutnya.

Disinggung harga tanjak yang ditawarkan?, kata Carry pihaknya tidak memamtok harga tinggi. Harga jual tergantung dengan bahan dan berfariasi.”Harga berfariasi, tergantung bahan. Ada yang Rp 60 ribu, Rp 65 ribu, Rp 70 ribu dan yang paling mahal Rp 75 ribu. Kita gak jual mahal-mahal. Kalau untuk pesanan sekali pesan ada yang 20 buah, 30 buah dan bahkan ada yang mesan 50 buah tanjak. Dalam sehari siswa kami bisa menghasilkan 30 Tanjak,” bebernya.

Menurutnya, sejak Gubernur Jambi H. Zumi Zola Zulkifli memakai tanjak, penjualan tanjak kerajinan siswa SLB Negeri Kuala Tungkal meningkat drastis.”Mungkin pas lagi buming Tanjak di Jambi. Pas bapak Gubernur juga pakai, baru banyak pesanan pada kita,” katanya.

Selain dari Wilayah Provinsi Jambi, Pesanan Tanjak buatan murid SLB Negeri Kuala Tungkal ini juga banyak di gandrungi oleh masyarakat dari luar Provinsi Jambi. Seperti, Yogyakarta dan Bandung.”Omset tergantung pesanan. Pesanannya sampai ke Yogyakarta dan Bandung. Alhamdulilah sudah dikenal secara Nasional, serta pesanan dari sejumlah daerah lain di Jambi. Peralatan yang kami miliki bisa dibilang cukup, tapi kalau ada pesanan partai besar kita kuwalahan,” pungkasnya.

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)