Pemprov Sediakan Bibit Unggul Sawit Bersubsidi Untuk Rakyat

banner 468x60)

Menaikkan Produktivitas Sawit, Meningkatkan Perekonomian Masyarakat


Jambi – Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi unggulan Provinsi Jambi. Budidaya dan pengolahan sawit memberikan manfaat ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat dan daerah Provinsi Jambi, termasuk dengan multiplier effect (dampak ganda) dengan adanya usaha pengolahan sawit. Namun, masih rendahnya produktivitas sawit menjadi salah satu masalah yang sangat besar dalam perkebunan sawit, terutama kebun sawit yang dikelola rakyat.

Luas tanam kelapa sawit pada tahun 2016 di Provinsi Jambi 791.025 Ha dengan produksi 1.552.543 ton CPO dan produktivitas 2.722 Kg/Ha/tahun. Dari total luas tersebut, 467.573 Ha adalah perkebunan rakyat, dengan produksi 1.010.393 ton CPO dan produktivitas 2.987 Kg/Ha/tahun.
Sebagian besar kebun sawit yang merupakan kebun rakyat mengalami permasalahan bibit unggul, baru 30% kebun sawit rakyat yang telah menggunakan bibit unggul. Masih rendahnya penggunaan bibit unggul sawit tersebut menyebabkan rendahnya produktivitas (hasil panen) sawit, yang selanjutnya mengakibatkan minimnya pendapatan petani sawit.
Rendahnya penggunaan bibit unggul kelapa sawit disebabkan beberapa faktor, antara lain terbatasnya kemampuan petani swadaya untuk memperoleh bibit unggul, harga benih unggul di pasaran umum relatif lebih mahal, berkisar Rp35.000 s.d 47.000 per batang, akses ke sentra produksi bibit unggul (sumber bibit) jauh, yakni di Provinsi Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat, dan terbatasnya informasi tentang bibit unggul kelapa sawit yang dipahami petani.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi pro aktif menyikapi permasalahan rendahnya produktivitas sawit tersebut. Melalui Dinas Perkebunan, Pemprov Jambi telah melakukan pembibitan, yakni bibit unggul kelapa sawit siap tanam bersubsidi untuk masyarakat. Harga bibit unggul tersebut pun jauh lebih terjangkau, jika di pasaran dijual dengan Rp35.000 sampai Rp47.000 per batang, harga bibit unggul sawit yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi Rp20.000 per batang (siap tanam).
Dalam kurun waktu tahun 2010 – 2017, sudah 490.665 batang bibit sawit unggul siap tanam yang disalurkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, yang tersebar di 8 kabupaten dan 1 kota se Provinsi Jambi, 66.719 di Tanjung Jabung Barat, 30.775 di Tanjung Jabung Timur, 112.141 di Batanghari, 169.255 di Muaro Jambi, 17.373 di Bungo, 5.387 di Tebo, 17.505 di Merangin, 26.810 di Sarolangun, dan 24.700 di Kota Jambi. Khusus pada tahun 2017 lalu, sebanyak 19.060 bibit unggul sawit disalurkan di Tanjung Jabung Barat, 3.015 di Tanjung Jabung Timur, 29.379 di Batanghari, 39.132 di Muaro Jambi, 13.593 di Bungo, 3.687 di Tebo, 15.855 di merangin, 8.400 di Sarolangun, dan 330 di Kota Jambi.

Foto : Batang bibit sawit unggul

 
Total benih unggul yang telah tersalur ke petani sejak tahun 2010 s/d 2017 tersebut (490.665 batang), setara dengan luas tanam 3.271 Ha. Selain membantu petani sawit dengan penyediaan bibit unggul, program tersebut juga berkontribusi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah Provinsi Jambi, dengan total pemasukan Rp7.857.459.175.
Tahun 2018 direncanakan akan disalurkan benih unggul kelapa sawit siap tanam sebanyak 75.000 batang atau setara dengan luas tanam 500 Ha. Jumlah tersebut bersumber dari pembesaran kecambah sebanyak 100.000 butir yang ditanam pada tahun 2017. Waktu penyaluran benih dimulai bulan Agustus hingga Desember 2018. Penyaluran ini diperkirakan akan menambah PAD sebesar Rp1.500.000.000 (satu miliar limaratus juta rupiah) dari hasil penjualan Rp20.000 per batang.
Tahun 2019 direncanakan disalurkan bibit unggul kelapa sawit siap tanam sebanyak 90.000 batang atau setara dengan luas tanam 600 Ha. Jumlah ini bersumber dari pembesaran kecambah sebanyak 120.000 butir yang akan ditanam pada tahun 2018. Waktu penyaluran dimulai bulan Agustus hingga Desember 2019. Penyaluran ini akan menambah PAD sebesar Rp1.800.000.000 (satu miliar delapan ratus juta rupiah) dari hasil penjualan Rp20.000 per batang.

 

Foto : Bibit unggul kelapa sawit siap tanam

Fasilitasi bibit unggul kelapa sawit bersubsidi juga menekan penggunaan bibit kelapa sawit palsu yang berdampak pada kerugian negara. Produktivitas kelapa sawit dengan menggunakan benih palsu jauh lebih rendah (50%) dari potensi produksi dan pada tahun ke-8 mulai mengalami penurunan produksi bahkan jarang berbuah. Padahal, sesuai teknis seharusnya pada umur 8 tahun, produksi kelapa sawit mulai meningkat. Dengan adanya fasilitasi ini, petani dapat menikmati peningkatan produktivitas yang cukup signifikan dan kerugian yang diderita petani dan negara dapat ditekan. Sebagai gambaran, penggunaan bibit unggul kelapa sawit selama 7 tahun terakhir diperkirakan seluas 20.000 Ha, dimana dalam satu siklus (25 tahun) menghasilkan Rp500.000.000, dengan perkiraan produksi rata-rata 20 ton/Ha/tahun dan harga Rp1.000/Kg. Dengan demikian, fasilitasi bibit unggul bersubsidi telah dapat menyelamatkan uang petani/negara sebanyak Rp5 triliun.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyediakan bibit sawit yang berkualitas, dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Bibit unggul sawit diharapkan bisa meningkatkan produktivitas sawit, serta durasi (lamanya) sawit berproduksi dengan produktivitas yang baik, yang selanjutnya meningkatkan kesejahteraan petani. (Syah)

Comments

comments

banner 468x60)

Pemprov Jambi Siapkan Bibit Unggul Sawit Bersubsidi

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)