Penyesuaian Ijazah ASN Sarolangun Masih Terganjal

banner 468x60)

Jambi – Ternyata masih ada kendala dalam penyesuaian ijazah ASN Pemda Kabupaten Sarolangun, hal ini disampaikan oleh Bupati Kabupaten Sarolangun saat acara Penandatanganan Memorandum Of Understanding ( MoU ) antara Universitas Jambi ( Unja ) dan Pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam rangka Kerjasama Peningkatan dan Pengembangan Pendidikan Pelatihan, Bimbingan, Teknik, Perencanaan Standarisasi Iptek, Informasi Analisis, Pengkajian dan Penelitian. Acara digelar sekitar pukul 10.00 wib, digedung rektorat Unja ruang rapat senat, Selasa ( 13/6/2017 ).” saat ini ada sekitar lebih kurang 70 orang ASN lulusan S1 dan 25 orang lulusan S2 yang belum bisa melakukan penyesuian ijazah, perlu menjadi perhatian kita bersama untuk dicarikan solusinya,” sebut Cek Endra.

Cek Endra mengatakan terdapat 21 Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) dan 20 Sekolah Menengah Atas baik Negeri maupun swasta, dengan lulusan pada tahun 2015/2016 sebanyak 2.970 orang.” dengan banyaknya jumlah lulusan SMA sederajat setiap tahunnya tentu dibutuhkan lebih banyak jurusan pada perguruan tinggi tersebut dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Sarolangun,” sebut Bupati Sarolangun Cek Endra.

Cek Endra juga menyampaikan surat kepada Rektor Universitas Jambi perihal pembukaan jurusan baru pada Universitas Jambi Kampus Sarolangun yakni, PGSD ( S1 ), Pendidikan Matematika ( S1 ), Pendidikan Fisika ( S1 ), Pendidikan Biologi ( S1 ), dan Pendidikan Bahasa Inggris ( S1 ).” kita telah menyampaikan surat kepada Rektor perihal pembukaan jurusan baru yakni ada lima jurusan, dan kita akan berkomitmen.

bersama – sama memikirkannya serta memperbaiki fasilitas, pelayanan, dan menjaga nama Perguruan Tinggi Universitas Jambi yang berada di Kabupaten Sarolangun agar kedepan tercipta kualitas SDM yang baik,” jelas Cek Endra.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun Lukman terkait ijazah yang masih ada terkendala dalam penyesuaian ijazah ASN Pemkab Sarolangun, Lukman mengatakan khusus pegawai negeri yang sudah bekerja tentu ada ketentuan tugas belajar dan izin belajar,” bagi yang tugas belajar itu harus meninggalkan tugas dan di SK kan oleh Bupati untuk tugas belajar dan itu ada ketentuannya,” ujar Lukman.

Sambungnya,” kalau lebih dari dua jam dia harus tugas belajar dan kurang dari dua jam dia harus izin belajar itu sub pegawai tapi kalau anak – anak yang baru kuliah itu ijazahnya sah – sah saja,” terangnya.

Lukman berharap ada perhatian lebih dari Perguruan Tinggi Universitas Jambi Kampus Sarolangun demi meningkatkan kualitas dan Sumber Daya Manusia,” kami berkeinginan mendapatkan perhatian yang penuh, dan kita telah menyiapkan mess tempat tinggal dosen,” sebut Lukman.

Sementara itu Rektor Unja Johni Najwan menyampaikan Perguruan Tinggi Unja Sarolangun merupakan kategori kelas jauh.” Siswa yang dikategorikan kelas jauh yaitu di Kampus Unja Kabupaten Sarolangun, saya berharap kalau ada hal – hal yang janggal mohon informasi kepada kami agar kinerja keberadaan Perguruan Tinggi di Kabupaten Sarolangun dapat kita evaluasikan sehingga kedepan dapat meningkatkan SDM,” terangnya.

Laporan Wartawan Provinsi Jambi (Syah)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)