Peringati HMPI dan BMN Tahun 2017, Dinas Lingkungan Hidup Batanghari Berikan 36.000 Bibit Pohon Buah-Buahan Kepada Masyarakat

banner 468x60)

BATANGHARI – Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Batanghari Melalui Dinas Lingkungan hidup melakukan penanaman pohon sebanyak 36.000 batang.

Dalam kegiatan peringatan HMPI dan BMN tersebut turut di hadiri oleh Bupati Batanghari yang di wakili oleh Staf Ahli Suhabli serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Frokompinda) Batanghari. Dimana peringatan HMPI dan BMN tahun 2017 ini juga dilakukan penanaman pohon sebanyak 60 batang oleh Forkompinda  Batanghari. “Pada peringatan HMPI dan BMN ini kita memberikan bantuan pohon buah-buahan seperti mangga, lngkeng, jabon dan buahan lainnya kepada masyarakat, harapannya pohon-pohon tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat dan alam sekitar,”  kata Parlaungan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari (21/12) Rabu.

Bibit pohon berjenis buah-buahan tersebut di berikan kepada masyarakat yang berada di Desa Terentang Baru, Jangga Baru, dan Bulian baru, Kecamatan Batin XXIV untuk di tanam di sekitar lahan milik masyarakat di desa tersebut.

Parlaungan mengatakan, dalam rangka menggerakan masyarakat untuk melakukan penanaman pohon, Presiden RI telah menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk dapat melakukan penanaman pohon sebanyak 25 batang setiap orang selama hidup.

Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan lingkungan yangs sejuk, bersih dan sehat. Sehingga dapat dinikmati oleh anak cucu hingga puluhan tahun kedepan.“Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendukung langkah ini dengan penyediaan bibit melalui persemaian permanen, kebun bibit rakyat, dan penyediaan bibit produktif yang semuanya dapat diperoleh masyrakat secara gratis,” jelasnya.

HMPI dan BMN tahun 2017 mengambil tema “Kerja Bersama: Makmurkan Rakyat, Lestarikan Alam,”. Tema tersebut megandung arti bahwa pengelolaan hutan dan lahan tidak lepas dari keterlibatan seluruh pihak, baik intansi pemerintahan dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten atau kota dan pelaku usaha seperti BUMN, BUMD dan BUMS maupun organisasi massa dan masyarakat sebagai pelaku utama pengelolaan hutan dan lahan.

Saat ini pemerintah sedang berupaya menggalakan pembangunan hutan serba guna. Hutan dengan menggabungkan fungsi lindung dan produksi berupa hutan tanaman yang tidak hanya menghasilkan kayu, namun juga hasil hutan bukan kayu.

Contohnya hutan yang menghasilkan buah-buahan dan hasil ikutan lainnya, serta jasa lingkungan seperti pariwisata, air, dan karbon, baik di kawasan hutan maupun di areal penggunaan lain.

Saat ini bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah disebabkan oleh penggunaan lahan yang tidak tepat, dimana lahan-lahan yang seharusnya berfungsi lindung digunakan sebagai lahan budidaya.“Melalui peringatan HMPI dan BMN ini, kami meminta kepada seluruh stakeholder untuk dapat menjaga lahan-lahan yang berfungsi lindung, seperti hutan lindung, sempadan sungai, daerah sekitar mata air, daerah resapan air, daerah rawan bencana dan lahan yang mempunyai kelerangan di atas 40%,” Himbaunya. (rjc/adv)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)