Polsek Limun Dibakar, Tujuh Warga Jadi Tersangka

888 views
banner 468x60)

Sarolangun – Gara – gara kasus narkoba, kantor polsek limum di kabupaten Sarolangun sabtu kemarin dibakar ratusan warga pulau aro, kecamatan pelawan. Warga yang melakukan pembakaran, diduga kesal lantaran dibohongi oleh polisi.

Aksi pembakaran bermula dari peristiwa penangkapan Edwar, yang diduga pengedar narkoba pada sabtu dinihari. Setelah ditangkap, Edwar yang merupakan warga pulau aro, kecamatan pelawan, selanjutnya  dibawa ke RSUD Chatib Quzwain Sarolangun.

Pihak keluarga yang datang menjenguk, mendapat kabar bahwa Edwar terjatuh dari motor ketika terjadi aksi kejar – kejaran. Akibat peristwia itu, kepala Edwar terbentur batu hingga mengalami pendarahan dan akhirnya meninggal dunia.

Pihak keluarga yang melihat jasad Edwar menemukan keganjilan. Setelah diperiksa, ternyata terdapat luka yang diduga bekas tembakan di bagian rahang tepat dibawah telinga. Luka tersebut menembus pipi Edwar.

Ferry, perwakilan pihak keluarga mengatakan, sebelum meninggal dunia, Edwar sempat menelepon orang tuanya.

Pihak keluarga yang menanggap kematian Edwar tidak wajar, selanjutnya melaporkan hal itu kepada warga lainnya. Mendapat informasi tersebut, ratusan warga yang terpancing emosi, beramai ramai mendatangi kantor polisi sektor limun dengan menggunakan tiga mobil truk, dan puluhan motor. Tanpa menunggu penjelasan dari polisi, warga yang berada di lokasi, langsung menyiram besin disekeliling kantor polsek limun dan membakarnya.

Salah seorang polisi yang berada di kantor saat kejadian, tak mampu berbuat banyak.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Ketika aksi pembakaran berlangsung, kondisi kamar tahanan sedang kosong.

Setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi, aparat polres Sarolangun, menetapkan tujuh orang warga sebagai tersangka karena diduga sebagai provokator dalam aksi pembakaran kantor polsek limun. Ketujuh orang tersangka tersebut belum diamankan dan masih diburu polisi.

Diduga berperan sebagai provokator dalam aksi pembakaran kantor polsek limun, tujuh orang warga desa pulau aro, kecamatan pelawan resmi ditetapkan sebagai tersangka. Pernyataan tersebut, diungkapkan kapolres Sarolangun, AKBP Ridho Hartwan.

Kapolres juga menghimbau, agar para pelaku penyerangan yang membakar kantor polsek limun, segera menyerahkan diri. Sejuah ini, kepolisian masih merahasiakan siapa saja nama – nama yang menjadi tersangka.

Paska kejadian, penjagaan yang cukup ketat diberlakukan di sekeliling kantor dan rumah dinas polsek limun. Ratusan personil ditempatkan disejumlah penjuru di kecamatan limun, terutama di jalan utama menuju polsek limun.

Personil berseragam lengkap yang berjaga – jaga,  tidak hanya dari polres Sarolangun, melainkan juga dibantu oleh personil brimob polda jambi, polres merangin dan anggota tni dari kodim nol 420 sarko. Penjaga masih berlangsung hingga tadi siang, untuk menghindari terjadinya aksi susulan.

Kapolres Sarolangun, AKBP Ridho Hartawan menyatakan, penjagaan dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Seluruh personil akan ditarik kembali, apabila situasi sudah kembali kondusif.

Kantor polsek Limun yang hangus dibakar, mengharuskan seluruh personil berkantor di kantor camat limun.

Comments

comments

banner 468x60)

Kantor Polsek Limun Dibakar Sarolangun

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)