Olahan Hasil Hutan Bukan Kayu Jadi Produk Unggulan Sarolangun

banner 468x60)
Misriadi, kepala KPHP Limau Unit VII-Hulu Sarolangun

Misriadi, kepala KPHP Limau Unit VII-Hulu Sarolangun

rakyatjambi.co, JAMBI–Provinsi Jambi kaya dengan produk lokal mutu bersaing dengan roduk nasional dan luar negeri, salah satu produk unggulan itu adalah produk olahan hasil hutan bukan kayu.

Kedua produk ini berasal dari Kecamatan Batang Asai dan Limun Kabupaten Sarolangun, bahkan kedua produk asli Jambi itu sudah dipasarkan di seluruh kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi. Demikian yang dikemukakan Misriadi, kepala KPHP Limau Unit VII-Hulu Sarolangun Sabtu sore 15 Oktober 2016, di Dapur kito.

Secara detail dijelaskan Misriadi, produk unggulan tersebut berupa minyak kepayang, madu sialang, rotan, dan produk unggulan lainnya. “Untuk pengolahannya dari hasil hutan yang diambil, kemudian direndam disungai selama 1 minggu hingga dua minggu, ” ujarnya.

Menurut Misriadi dari hasil penelitian dan sudah teruji banyak manfaat produk olahan lokal yang dipasarkan tersebut misalnya minyak kepayang bisa dijadikan Minyak goreng, dan obat sakit gigi, sedangkan madu sialang, dan madu hutan bisa dijadikan obat.” Ini dari warga, kerajinan dari warga, kami dari KPHP membantu masyarakat dalam pengolahannya dan mempromosikan hasil produk ini agar dikenal masyarakat lokal maupun luar, bahan diolah untuk pertama kali secara tradisional, kemudian diolah secara modern dengan mesin campo,” tambah Misriadi.

Sementara itu mengenai untuk harga produk unggulan yang siap dipasarkan, setengah liter harga madu kepayang Rp.25.000, dan madu yang 120 mili dengan harga Rp.25.000, dan untuk 150 mili harganya Rp.30.000.

Masriadi menjelaskan terkait langkah-langkah kedepan agar produk unggulan tersebut exis dipasaran dirinya akan berupaya mempromosikan minyak kepayang dan madu sialang yang menjadi prioritas utama mereka terus berupaya menyiapkan legalitas produk tersebut.”Kita akan mempromosikan dan menyiapkan legalitasnya,” paparnya.

Langkah strategis lainnya, saat ini pihaknya sedang menyusun strategi  terkait pengunaan hak paten masing-masing produk sehingga bisa dipasarkan hingga keluar negeri.”KPHP hanya menjembatani bagaimana produk dari masyarakat bisa diterima dipasaran, kita yang menyiapkan, mengemaskan, membina petani agar menjaga pohon kepayang,” beber Misriadi ( Syah ).

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)