Resahkan Masyarakat, Dewan Desak Dinsos dan Satpol PP Tertibkan Anak Punk

banner 468x60)

img-20161024-wa0002 img-20161024-wa0001Laporan Wartawan rakyatjambi.co, Eko Wijaya

rakyatjambi.co,KUALA TUNGKAL- Keberadaan anak ‪punk di Kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjab Barat kini mulai diresahkan masyarakat.

Sikap cuek pihak pihak terkait seperti Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tanjab Barat kelihatannya menjadi angin segar bagi komunitas anak punk untuk dapat terus eksis di Kuala Tungkal.

‪Tidak hanya berasal dari Kuala Tungkal, Populasi anak punk ini juga banyak berasal dari daerah lain yang sengaja datang dan menetap lantaran Kabupaten Tanjab Barat menjadi daerah nyaman dari gangguan aparat keamanan yang hanya seperti “Macan Kertas”.‬

‪Sikap acu dan cuek oleh Pemerintah Tanjab Barat terhadap keberadaan anak Punk tersebut membuat masyarakatpun geram. Masyarakat mempertanyakan kinerja Dinas Sosial dan Sat Pol PP Tanjab barat yang dinilai hanya makan gaji buta saja.‬”Jadi kerja Dinsos dan Satpol PP ini apa. Jangan jangan cuman tiduk bae. kerja, tertibkanlah anak punk. Jangan cuma mau makan duit rakyat bae kerja dag ada. Itu namanya makan gaji buta,”ujar Zuki salah seorang Warga Kuala Tungkal, Senin (24/10/16).

Dia menjelaskan, dengan adanya keberadaan anak punk sebagian warga Kuala Tungkal kerap merasa risih dan terganggu terutama disaat makan di warung nasi uduk, cafee dan rumah makan.”Lagi makan pecel lele dia (Anak punk) ngamen minta duit. Enak rapi dan wangi, ini kucel dan bauk jadi jijik dan dak selero makan dibuatnya. Takutnya lagi kalau di bagi duit dibuatnya untuk beli lem,” bebernya.

Menyikapi persoalan anak punk yang telah meresahkan masyarakat ini. Anggota DPRD Tanjab barat, Ambo Angka mendesak Dinas Sosial dan Satpol PP untuk bersinergi melakukan penertiban komunitas anak punk yang menjamur di Tanjab Barat.”Anak punk itu memang harus ditertibkan karna sudah mengganggu masyarakat. Instansi terkait Dinas sosial dan Satpol pp ini harus menertibkan,”kata Ambo Angka.

Sekjen Gerindra Tanjab barat ini menjelaskan, Pemerintah Tanjab Barat harus bertindak tegas dan membina para anak punk kearah yang positif serta memulangkan mereka yang berasal dari luar Kabupaten Tanjab barat.”Anak anak punk yang ada sekarang ini kan kebanyakan dari luar. Tentunya instansi terkait harus mengambil langkah langkah untuk mengatasi ini. Kalau memang dari luar daerah ya dipulangkan, jangan dibiarkan karna itu akan berdampak pada anak anak disini untuk ikut ikutan seperti itu. Ini menjadi tugas Dinas Sosial untuk pembinaan, wajib dibina itu,”paparnya.

Meski belum menerima laporan langsung, selaku anggota dewan, Ambo Angka tetap merenspon apa yang dikeluhkan masyarakat. Ambo juga akan berkoordinasi dengan Komisi DPRD Tanjab Barat yang menangani terkait persoalan anak punk ini.”Kalau menyangkut dengan DPRD iniakan ada komisi yang menanganinya. Mungkin nanti kita koordinasi dengan kawan kawan dewan untuk memanggil dinas dinas terkait untuk masalah anak punk ini. Intinya kita merespon lah apa yang menjadi keluhan masyarakat ini,” tandasnya.

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)