Riano Bantah Tulis Komentar Berbau Sarah di Akun Facebook Pribadinya

1330 views
banner 468x60)

 

rakyatjambi.co, KUALA TUNGKAL- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat dari Partai Nasdem, Riano Jaya Wardana akhirnya angkat bicara soal komentar akun pribadinya bernama Riano Eri di media sosial Facebook.

Dengan didampingi Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat, Faizal Riza, Riano yang juga menjabat sebagai
Ketua DPC Partai Nasdem Tanjung Jabung Barat itu menggelar jumpa pers di Warung Kopi (Warkop) Lek Jamil di Kuala Tungkal, Selasa (16/05/17) siang.

Dalam kesempatan itu Riano mengatakan, dirinya membenarkan bahwa Akun Facebook Riano Eri merupakan akun milik pribadinya. Meski demikian, Riano dengan tegas membantah jika status yang berbau SARA sehingga bergejolak tersebut, ditulis oleh dirinya.”Akun bernama Riano Eri adalah benar akun pribadi saya, tapi saya tegaskan bahwa saya tidak membenarkan kalau saya yang nulis status yang menjadi heboh di sosmed tersebut. Kalau ucapan permintaan maaf benar saya yang nulisnya,” kata Riano kepada awak media.

Riano menyatakan, secara pribadi dirinya sangat menyesalkan apa yang terjadi di akun pribadinya sehingga membuat heboh masyarakat khususnya di Tanjung Jabung Barat.”Saya pribadi sangat menyesalkan apapun yang berkembang di masyarakat karena sebuah tulisan di akun saya,” terangnya.

Diungkapkannya, atas nama pribadi Riano meminta maaf kepada masyarakat Tanjung Jabung Barat khususnya umat islam yang merasa resah dan tersakiti.“Saya meminta maaf atas komentar atas nama saya dalam status tersebut. Saya juga ketua remaja mesjid, ketua partai, ketua gerakan pramuka dan anggota dewan. Agar ini dapat mnjadi pembelajaran bagi saya karna menyangkut nama saya pribadi dan semua umat islam,”imbuhnya.

Dikatakan Riano, terkait ancaman laporan ke penegak hukum dari ormas FPI dan MUI Tanjung Jabung Barat, dirinya sangat menghormati Hukum dan semua langkah dan keputusan yang diambil oleh MUI dan ormas FPI tersebut.”Saya serahkan kepada pihak yang berwenang, saya juga menghormati hukum. Saya bertanggung jawab atas nama saya dan akun saya pribadi,” sebutnya.

Disoal apakah dirinya berani bersumpah, jika bukan dirinya yang menulis status yang berbau sara di Sosmed itu, Riano pun tidak dapat berkomentar banyak. “Saya rasa komentar saya dari tadi sudah cukup,” ujarnya.

Tanjabbar, Faizal Riza mengatakan komentar klarifikasi dari saudara Riano merupakan pengakuan lansung dari anggota DPRD Tanjabbar Tersebut.“Dari situ dapat kita simpulkan bukan beliau yang menulisnya,” kata Icol sapaan Akrab Ketua DPRD.

Dikatan Icol, karena yang bersangkutan anggota DPRD Tanjung Jabung Barat maka pihaknya melalui Badan Kehormatan (BK) juga akan mengambil sikap jika benar Riano yang mempostingkan status tersebut.”Kami juga menyesalkan karena menyinggung umat, tapi kita sudah dengar sendiri pengakuan dari saudara Riano bahwa bukan dia yang menulis di Mediasosial . Saya mendampingi karena beliau angota dewan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD Tanjung Jabung Barat, Riano Jaya Wardhana diduga
membuat komentar di medsos yang menimbulkan gejolak di masyarakat.

MUI panggil ormas dan melakukan rapat membahas komentar anggota DPRD dari Partai NasDem tersebut.

Akun FB, Riano Eri mendadak menjadi pembicaraan hangat di Kuala Tungkal. Pasalnya, akun milik Riano Jaya Wardhana, anggota DPRD Kuala Tungkal ini dinilai menimbulkan gejolak dan meresahkan.

Sebagaimana pada screenshot yang beredar, tertera jam 17.47 wib. Sedangkan Riano Eri menuliskan komentar tertera waktu 43 menit yang lalu. Berbunyinya “Saya pribadi sangat muak dgn orang Islam seiman tapi tidak punya rasa seolah2 paling benar dgn menunggangi agama pakai Almaidah dan tidak memaafkan org lain seolah2 penjahat kelas iblis… alasan agama nomor satu tapi nurani mati”.

Komentar akun Riano Eri ini sendiri di wall akun milik Jamal Darmawan Sie pada Kamis (11/05/17).”Sebagai warga Negara Indonesia. Saya tidak bermaksud untuk mendukung pihak manapun. Tetapi, untuk Indonesia lebih baik saya hanya ingin menyadarkan pentingnya toleransi antar sesame warga Negara Indonesia. Saya memposting foto ini bukan berarti memilih dia sebagai calon gubernur Jakarta. Tetapi saya hanya ingin melihat keadilan di Indonesia dapat diterapkan tanpa harus memojokan pihak lain yang berusaha menjatuhkan beliau. Banyak yang sudah dilakukan beliau untuk membenahi Jakarta. Mengapa tidak pernah rakyat jakartan yang kemarin berharap beliau dihukum melihat kearah sana. Dan yang saya tau, setiap orang pasti pernah berbuat salah. Ketika orang itu mau mengakui perbuatannya. Juga tidak akan mengulanginya lagi. Serta meminta maaf seharusnyalah sangat layak utnuk dimaafkan. Karena tidak ada manusia yang sempurna dan tidak luput dari kesalahan,”

Dikonfrimasi mengenai hal itu, Jamal Darmawan Sie mengakui bahwa perdebatan soal itu terjadi di wall akun miliknya. Mengetahui perdebatan itu kian menghangat dan masuk ke ranah agama. Jamal mengaku langsung menghapus statusnya tersebut satu jam kemudian.“Debat Riano itu memang di wall aku dengan yang lain. Karena sudah sensitive. Aku hapus sejam kemudian. Ternyata komentar Riano itu sudah di screenshoot oleh orang dan tidak tau dimasukan ke group pencerahan,”papar Jamal, Senin (15/05/17).

Namun, sayang, Riano sendiri masih belum bisa diklarifikasi terkait hal tersebut. RJC sudah berupaya mengkonfirmasi melalui ponselnya. Coba mencarinya ke gedung DPRD, dan meninggalkan pesan singkat. Tetapi tetap tidak ada jawaban.

Tetapi dari keterangan Jamal, bahwa Riano masih ada di Jambi dan Kuala Tungkal. Dirinya mengakui berniat menemui ketua MUI untuk berdiskusi mengenai apa yang sudah terjadi.

Sementara, Ketua Badan Kehormatan DPRD Tanjab Barat, H Udin, membenarkan bahwa akun Rianto Eri asli milik anggota dewan dari Fraksi Nasdem.”Sudah kita tanyakan dan benar dia sendiri yang menulis, apa motifnya kita belum tahu persis, rencana akan kita panggil,”ungkap H Udin.

Selain itu, Faizal Riza ST MM, Ketua DPRD Tanjab Barat menyebutkan bahwa persoalan ini biarlah anggota BK yang menangani. “Biarlah anggota BK yang menanganilah,”singkat Riza.

Sementara, Ketua MUI Tanjab Barat Ustad Halim Kasim, menyebutkan apa yang dilakukan akun Rianto Eri sudah memenuhi unsur menistakan umat islam. Khususnya di Kabupaten Tanjab Barat. Namun MUI sendiri sudah meredam ormas yang berada di Tanjab Barat untuk tidak melakukan aksi.“Kita sudah larang ormas yang ada untuk melakukan aksi, kita ajak rapat duduk bersama sore ini (red, kemarin), dan dalam rapat itu para ormas meminta persoalan ini dibawa ke ranah hukum. Dan pihak kepolisian sendiri akan membetuk tim khusus yang bekerjasama dengan Polda Jambi untuk mengusut kasus ini,”jelas Ustad Halim Kasim.

Dalam rapat kemarin juga terlihat anggota dari Mapolres Tanjab Barat, Kasat Reskrim AKP Pandit, dalam rapat kemarin pihak dari Mapolres juga menjelaskan, bahwa di Mapolres tidak ada alat untuk melakukan penyidikan persoalan penistaan agama. Dan pihak Mapolres akan meminta bantuan dari Mapolda Jambi.”Kita akan meminta bantuan dari Mapolda Jambi,”tukas Pandit. (eko)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)