Sambut Kepala BNPB, Plt. Gubernur Fachrori Imbau Masyarakat Tidak Buka Lahan dengan Membakar

banner 468x60)

Jambi – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum menyambut kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, bertempat di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, Rabu (18/04) malam.

Kedatangan Willem ke Provinsi Jambi, dalam rangka menghadiri penutupan pelatihan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah dilaksanakan selama 3 hari.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengapresiasi pelatihan pencegahan karhutla Provinsi Jambi sebagai upaya membangun koordinasi dan integrasi yang baik dalam mencegah terjadinya karhutla.

Fachrori mengungkapkan, pelatihan pencegahan karhutla di Provinsi Jambi sangat penting, karena Jambi merupakan Provinsi yang rawan karhutla. “Kita tentu masih ingat, pada tahun 2015 yang lalu, Provinsi Jambi mengalami kabut asap yang sangat parah akibat dari karhutla ini,” ungkap Fachrori.

“Alhamdulillah sejak kejadian itu sampai saat ini, tidak pernah lagi terjadi kabut asap seperti tahun 2015. Meskipun masih ada kebakaran hutan dan lahan,” sambung Fachrori.

Fachrori mengharapkan agar kedepannya tidak terjadi lagi kabut asap seperti yang sudah-sudah, apalagi dengan telah diselenggarakannya pelatihan dalam pencegahan karhutla. Jadi, apabila nantinya ada titik api (hot spot) yang berpotensi menimbulkan asap, bisa diatasi sedini mungkin oleh para petugas yang telah mendapatkan pelatihan, sehingga titik api tidak cepat menyebar dan kabut asap tidak terjadi.”Karhutla di Jambi sendiri karena kebiasaan yang lama-lama menjadi terbiasa oleh masyarakat Jambi dalam membuka lahan dengan cara membakar. Kalau orang-orang tua kita dahulu, membakar dengan cara mengumpulkan dahulu kayu-kayu yang hendak dibakar, sehingga ketika dibakar apinya tidak menjalar kemana-mana,” tutur Fachrori.

Fachrori mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena bisa mengakibatkan kabut asap yang sangat merugikan sekali, serta dampak negatif yang timbul dari kabut asap. Bukan hanya Jambi dan provinsi tetangga saja yang merasakan dampaknya, tetapi sampai kepada negara tetangga Singapura dan Malaysia pun ikut merasakannya.

Willem memberikan apresiasi kepada Gubernur Jambi beserta jajarannya yang telah melakukan upaya pencegahan secara dini terhadap karhutla, karena keberhasilan dalam mencegah karhutla adalah kesiapsiagaan yang dilakukan secara dini.”Betapa pentingnya pelatihan pencegahan karhutla ini dan Provinsi Jambi melaksanakan itu sebagai upaya dini menghadapi karhutla. Saya mewakili Pemerintah Pusat sangat mengapresiasi apa yang telah dilaksanakan oleh Bapak Gubernur Jambi beserta jajarannya dalam upaya pencegahan karhutla ini,” tutur Willem.

 

Laporan Wartawan Provinsi Jambi (Syah).

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)