Satpol PP Kota Jambi Jemput Pelajar ke Warnet dan Billiard

banner 468x60)

Jambi – Puluhan pelajar dari berbagai sekolah menengah di Kota Jambi, terjaring razia yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi. Sebanyak 94 pelajar ini ditemukan Pol PP sedang asik bermain warnet dan billiard di wilayah Kecamatan Telanaipura, Kecamatan Kota Baru, dan Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi pada saat jam belajar, Selasa (18/7).

Mereka yang merupakan pelajar sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah Menengah Atas (SMA) dari berbagai sekolah di Kota Jambi ini, terpaksa digelandang ke Kantor Satpol PP Kota Jambi. Pasalnya, mereka meninggalkan sekolah pada saat jam pelajaran dan melakukan kegiatan yang seharusnya tidak mereka lakukan pada saat jam belajar sedang berlangsung.

Kepala Satpol PP Kota Jambi Yan Ismar mengatakan, hal tererbut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pihaknya selaku penegak peraturan daerah (Perda). Namun, kali ini memang diakuinya hanya fokus kepada pelajar saja, seperti pelajar yang meninggalkan jam pelajaran.”Iya, ini (pelajar) lari dari jam sekolah. Mereka ke warnet dan ke billiard. Hal ini memang merupakan kegiatan rutin kita. Nah, hari ini kita fokus pada anak sekolah. Anak sekolah yang meninggalkan jam pelajaran, banyak ke warnet, banyak ke billiard,” katanya saat diwawancara awak media, di Kantor Satpol PP Kota Jambi.

Yan Ismar juga mengatakan, bahwa apa yang sudah dilakukan oleh pihaknya adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap generasi penerus bangsa. Bahkan ia juga sangat menyayangkan jika masih banyak ditemukan pelajar yang lebih memilih bermain di luar ketimbang mengikuti jam pelajaran di sekolah.”Yang kami lakukan ini semuanya untuk kepentingan bangsa. Kita kasihan dengan generasi yang kita persiapkan, ternyata begini (meninggalkan jam pelajaran, red),” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya menjemput para pelajar tersebut dari berbagai warung internet (warnet) dan billiard di wilayah tiga kecamatan dalam Kota Jambi. Selanjutnya melakukan koordinasi dengan orangtua dan kepala sekolah dari mana pelajar itu berasal.”Orangtuanya kita undang untuk menjemput. Kalau tidak orangtuanya yang atau kepala sekolahnya yang menjemput, tidak akan saya lepaskan,” tegas Yan Ismar.

Selain itu, dirinya juga menghimbau kepada pemilik atau pengusaha warnet dan billiard yang ada di Kota Jambi, agar tidak menerima pelajar pada saat jam pelajaran. Bahkan, ia tidak segan-segan untuk memberi sanski tegas jika nasih kedapatan ada pelajar yang bermain di warnet dan billiard pada jam belajar.”Saya juga menghimbau kepada pengusaha warnet dan pengusaha billiard yang punya izin, jangan menerima pada jam-jam sekolah. Sanksinya akan kami segel,” tegasnya lagi.

Untuk pihak sekolah sendiri, pihaknya mengembalikan kepada kepala sekolah dan orangtuanya masing-masing. Karena, kata Yan Ismar, tugas pihaknya sudah jelas untuk mengambil para pelajar dari kegiatan yang tidak sesuai dengan yang seharusnya.

Untuk diketahui, operasi yang dilakukan mulai dari pukul 09:30 WIB itu, mendapati sebanyak 20 orang pelajar SMP dan 74 orang pelajar SMA, jadi total semuanya 94 pelajar. Jumlah tersebut ada juga beberapa diantaranya pelajar perempuan, namun lebih didominasi oleh pelajar laki-laki.

Laporan Wartawan Provinsi Jambi (Syah)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)