Sekarang Taji Inspektorat Tanjabtim Bertambah Tajam

509 views
banner 468x60)

MUARASABAK, RCJ – Disampaikan Suhas Purrojani Kepala Inspektorat Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Paradigma untuk saat ini telah berubah, dahulu hanya penjaga pemerintah, sekarang sudahpun berubah ada beberapa aturan yang harus dilaksanakan, sesuai dengan keinginan Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas PP 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang berisi penguatan aparat pengawasan internal pemerintah (APIP) atau inspektorat.

Melalui  APIP mulai dilaksanakan penguatan, diawali
MoU antara pemerintah, Kepolisian Kejaksaan atas penanganan pengaduan masyarakat, berdasarkan undang-undang pemerintah daerah, yang apa itu tindak pidana, administrasi selanjutnya dilakukan tindakan kelanjutan pemeriksaan, yang harus lebih maju sehingga sekarang harus lebih dikuatkan terlebih dahulu, ungkap Suhas Porrojani saat disambangi diruangan kerjanya, Senin (13/1/2020).

Kami juga harus belajar dengan manambah wawasan, lebih melakukan Peningkatan SDM, karena APIP sebagai pengawal pemerintahan, harus melakukan pembinaan, tidak mutlak mencari kesalahan, harus bisa melakukan deteksi dini permasalahan-permasalahan, permasalah yang terkait itu harus meningkatkan SDM daripada APIP itu sendiri, dahulunya cerita Suhas perekrutan tidak harus auditor, baru saat ini dan kedepan, kedepan kami akan membuat Program kegiatan melalui bimbingan teknis, program kantor sendiri (PKS), kita akan memanggil contoh orang dari BPK, BPKB dan orang teknis, untuk memberikan wawasan, tentang hal-hal yang dibutuhkan dalam kegiatan pemeriksaan dan pengawasan, untuk target masih secara bertahap, untuk maxsimal, kita membutuhkan Auditor sebanyak  25 Auditor  minimal, 40 auditor maxsimal, namun di Tanjab Timur auditor baru ada 15 Auditor, terang Suhas.

Saat ini kita sudah memulai dan menyampaikan komitmen kepala daerah meningkatkan APIP, kemampuan kedepan harus ada pendampingan dan meminta dengan satker untuk membuka diri koordinasi dan konsultasi dalam mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan, ini yang harus kita laksanakan, tutup Suhas. (4N5)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)