Setelah Tahanannya Kabur, Lapas Klas IIB Kuala Tungkal Disidak Kemenkumham

banner 468x60)

IMG-20160804-WA0005

“Tim Temukan Minimnya Fasilitas Penunjang”

rakyatjambi.co, KUALA TUNGKAL – Rombongan Tim dari Kementerian Hukum dan HAM melakukan inspeksi mendadak di Lembaga Pemasyarakayan (Lapas) Kelas IIb Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi Rabu (03/08/16) sore.

Dalam sidak ini tim dari Kemenkumham Pusat menemukan masih banyak kekurangan fasilitas penunjang, Terutama untuk kamera pengawas CCTV, penataan administrasi, Kelengkapan senjata dan pengamanannya, Izin penggunaan senjata api, Dan peralatan PHH, Penataan dapur, termasuk ruang kesehatan dan fasilitas lain.

Hal ini diungkapkan langsung Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM, Ronny F Sompie yang ditugaskan oleh Mentri Hukum dan HAM Republik Indonesia untuk mengecek langsung kesiapan lapas dan rutan yang ada di Provinsi Jambi. Ronny datang bersama staf khusus Menteri Hukum dan HAM, Wilton dan Cristina WH dalam melakukan sidak di lapas kelas II B Kuala Tungkal.” Kami ditunjuk oleh Kementrian Hukum dan HAM untuk mengecek langsung kesiapan lapas dan rutan yang ada di Jambi,” beberya.

Rombongan tiba di lapas Kelas II B Kuala Tungkal, langsung masuk ke dalam Lapas dan melakukan peninjuan ke dalam Lapas, Setelah itu, Tim masuk ke ruang kerja Kalapas untuk beberapa saat.

Sayangnya, Pada saat kunjungan tim tersebut, Kalapas IIb Kuala Tungkal sedang dinas ke Jakarta. Sehingga hanya didampingi oleh pegawai lapas yang ada.” Ada 10 lapas, Tetapi tidak akan dikunjungi secara keseluruhan. Kita hanya mengambil sampel saja antara 3-4 lapas,” jelasya.

Kata dia, Untuk lama waktu kunjungan tim ini sendiri sampai hari Jumat mendatang. Setelah itu, Tim akan bergerak kembali ke Jakarta. Tim ini sendiri datang dengan membawa quisioner yang harus diisi langsung oleh pihak lapas. Dan pengisian quisioner itu dilakukan langsung oleh Cristina WH.

Selanjutnya, Quisioner itu kembali ditanyakan kepada pihak lapas secara bertahap dan memeriksa seluruh ruangan lapas.” Kami mendata dan mencatat, Ada barang-barang kebutuhan yang dibeli dari pusat dan dibagikan. Apakah itu bermanfaat atau tidak dimanfaatkan. Kita akan cek, Termasuk masa pakainya,” bebernya.

Dari pemeriksaan yang dibimbing langsung oleh Cristina WH banyak ditemukan kekurangan, Terutama untuk kamera pengawas CCTV, Penataan administrasi, kelengkapan senjata dan pengamanannya, Izin penggunaan senjata api, Dan peralatan PHH, Penataan dapur, Termasuk ruang kesehatan dan fasilitas lain.

Tim juga meninjau langsung setiap blok yang ada di dalam Lapas, Lalu ke fasilitas kesehatan, Ruang karantina, Dapur dan kebutuhan air bersih serta lainya. Bahkan Ronny F Sompie juga melakukan dialog langsung dengan salah satu napi narkoba.

Sementara itu, Danang, Kasubsi Registrasi Lapas IIb Kuala Tungkal kepada awak media mengungkapkan, Bahwa kunjungan ini sudah diketahuinya. Hanya saja, Kunjungan ini tidak bisa ditemani langsung oleh Kalapas Wahyu Hidayat yang sedang mengikuti diklat di Pusat.” Kami siap diperiksa dan didata, Kita sampaikan apa yang dibutuhkan tim. Ini untuk kebaikan nantinya,” tuturnya.

Petugas Lapas yang banyak ditanya oleh Cristina antara lain, Aszuwan, Hamdan, Wahyudi, Sunaryak dan M Idris. Pertanyaan mulai dari buku kunjungan, Ruang pemeriksaan, Alat pemeriksa yang digunakan. Regu pengamanan yang bertugas setiap hari, pengamanan setiap lapis. Bahkan system penguncian blok, Dan pengamanan kunci gembok dan petugas juga dipertanyakan oleh tim.

Bahkan, Petugas yang banyak ditanya mengenai hal itu, Ada yang gugup dan ada yang menjawab tidak mengetahui. Sebagian dijawab dengan kondisi yang ada di lapas tersebut. seperti pengamanan senjata api termasuk jumlah. Tetapi para sipir itu sendiri tidak ada satupun yang mengantongi izin menggunakan senjata yang tersedia.” Senjata dibawa saat pengawalan akan sidang, Belum pernah digunakan, Setidaknya senjata ini menakuti mereka,” sebut Hamdan.

Sementara itu,Kapolres Tanjab Barat, AKBP Agus Sumartono yang hadir di Lapas ikut memberikan bantuan jawaban ketika para sipir tidak mampu menjawab pertanyaan tim. Utamanya mengenai pertanyaan kerjasama pengamanan dan penggeledahan terhadap para napi yang ada di lapas.“Ada kerjasama dengan pihak Polisi untuk pengamanan,” sebut Agus.

Sementara untuk pengawasan masuknya narkoba hanya dilakukan rutin atas perintah Kanwil Provinsi Jambi dan agenda Lapas. Pengawasan narkoba ternyata selama ini tidak ada kerjasama dengan pihak Satnarkoba Polres Tanjabbar dan BNN.

Tim dari Kemenkum HAM ini tidak bersedia mengungkapkan lapas mana saja yang akan dituju. Tetapi mereka mengungkapkan tugas yang sama di Provinsi Riau dan Sulawesi Tengah.

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)