Sosialisasi BPJS Masih Lemah

banner 468x60)

Beritaduo.com, Muara Bungo- Pemahaman Masyarakat di Kabupaten Bungo, terhadap pelayanan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, masih kurang.

Andri salah seorang warga yang tinggal di Kecamatan Bungo mengungkapkan dirinya hingga saat ini masih belum tau terkait kegunaan BPJS.

“Sayo sampe sekarang belum ada bang kartu BPJS, terkadang pingin punyo kartu itu karena kata orang kalau pake kartu itu berobat biso murah, tapi lantaran tidak tahu gimano buatnyo jadi sampe sekarang dak do tebuat-buat” ungkap Andri.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi IX H.Zulfikar Achmad, saat melakukan Reses di kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Bungo meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Muara Bungo gencar melakukan Sosialisasi terhap masyarakat. Pasalnya, selama ini pelayanan BPJS di Muara Bungo dinilai kurang maksimal dalam memberikan pemahaman dan layanan kepada masyarakat  sehingga banyak masyarakat yang belum paham mengenai pemanfaatan kartu BPJS.

“Harusnya BPJS lebih gencar melakukan sosialisasi kepada  masyarakat. Apalagi tahun 2016 nanti semua masyarakat harus terdaftar BPJS Kesehatan,saya minta BPJS serius dalam menanganinya,” kata Anggota Komisi IX DPR RI, H.Zulfikar Selasa Siang (15/09).

Lanjut orang yang pernah jadi orang nomor satu di Kabupaten Bungo, Zulfikar Ahmad, dirinya mengakui, minat masyarakat untuk masuk sebagai peserta BPJS  sangat tinggi. Namun, minimnya informasi yang diperoleh sehingga banyak masyarakat belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Kurangnya sosialiasi pada masyarakat ini mengakibatkan miskomunikasi dan mengakibatkan kebingungan. Bukan hanya itu, BPJS sendiri sering mengadakan perubahan format,” ujar Zulfikar mengungkapkan.

Terpisah kepala bagian unit kepersertaan Apheri Pendina, mengatakan  Saat ini yang terdaftar di Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Bungo hanya  60.358 orang yang  di rekapitulasi oleh pemerintah daerah, pasalnya Perbedaan peserta mandiri meningkat signifikan setiap bulan sedangkan pengguna Jamkesmas , jamkesda menurun lebih sedikit setiap bulan.

“Dari pihak BPJS kabupaten akan terus mendata masyrakat yg belum terdaptar BPJS, Dinkes dan Dinsos akan bekerja sama untuk turun ke lapangan dan juga di bantu melalui Rio dan Camat yang ada di Kecamatan,” ungkapya.(Ah)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)