Tanjab Barat Kekurangan Ratusan Guru SD dan SMP

banner 468x60)
Wahidin, Kepala Dinas Pendidikan Tanjab Barat

Wahidin, Kepala Dinas Pendidikan Tanjab Barat

Laporan Wartawan Rakyatjambi.co, Eko wijaya

rakyatjambi.co, KUALA TUNGKAL-Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat, Jambi masih dilematis dalam mengatasi persoalan kekurangan guru sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah pertama (SMP). Di tengah moratorium penambahan PNS yang masih berlaku, SD dan SMP di daerah ini terus menghadapi ancaman menurunnya kualitas pendidikan.‬

‪Kepala Dinas Pendidikan Tanjab Barat, Wahidin mengatakan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan situasi seperti ini. Hingga saat ini Kabupaten Tanjab Barat masih mengalami kekurangan guru SD sebanyak 630 orang. Diantaranya guru kelas kekurangan 399 orang, guru pendidikan jasmani (penjas) masih kurang sebanyak 108 dan guru agama 47 orang. Sementara untuk SMP masih kekurangan guru sebanyak 110 Orang dari bermacam macam bidang study.

‪Persoalan kian bertambah manakala persebaran guru yang ada saat ini masih belum merata.

Sejauh ini, jelas wahidin, upaya Pemkab Tanjab Barat untuk menyiasati kekurangan guru telah dilakukan dengan memaksimalkan tenaga guru yang ada dan mengangkat guru tidak tetap. Sehingga tenaga pengajar yang menjadi tumpuan dapat mengisi kekosongan posisi pengajar baik di SD maupun SMP.‬“Untuk menanggulangi kekurangan guru ini jadi sekolah sekolah mengangkat guru tidak tetap yang di biayai oleh anggaran APBD,” terang. Wahidin kepada rakyatjambi.co Selasa (16/08/16).

‪Wahidin menuturkan, upaya pengajuan penambahan guru setiap tahun dilakukan oleh pihaknya. Namun karena saat ini masih diberlakukan moratorium, maka pengangkatan PNS guru SD dan SMP belum dilakukan.‬

‪Sementara setiap tahunnya banyak guru SD dan SMP di tanjab barat yang pensiun. Wahidin khawatir kekurangan guru tersebut dapat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran di kelas. Persoalan lain yang terjadi di balik kekurangan guru di Kabupaten Tanjab Barat saat ini adalah kecilnya honor yang diterima tenaga Guru tidak tetap.‬“Kalau masalah pengangkatan guru itukan wewenangnya ga ada dengan daerah, itu kan dipusat. Sementara kita sudah mengajukan data data kekurangan guru ke BKD. Tapi itu tadi, kita sudah ngusul namun belum bisa dipenuhi,” ujarnya.

Selain kekurangan 740 Guru SD dan SMP, Kabupaten Tanjung jabung barat ternyata juga kekurangan Guru Sekolah Menegah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).“Untuk SMA dan SMK kita kekurangan juga, cuma datanya kita sampaikan ke provinsi karna pengelolaannya akan dialihkan ke provinsi,” Tutup Wahidin.

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)