Tiap Tahun Kecolongan Miliaran Rupiah

banner 468x60)

Komoditi Kopi Merangin Dibawa Keluar Komoditi Kopi Merangin Dibawa Keluar

Merangin-Kabupaten Merangin mengalami kerugian miliaran rupiah setiap tahunnya, ini hanya dari komoditi kopi yang berasal di kawasan Jangkat dan Lembah Masurai. Pasalnya lebih kurang 300 ton pertahun hasil kopi Merangin, dibawa keluar tanpa kontribusi untuk daerah.
Meruginya kabupaten Merangin dari sektor kopi tersebut, dilontarkan oleh wakil bupati Merangin, Khafid Moein saat menggelar pertemuan dengan komisi I DPRD Provinsi Jambi, membahas pemberian piagam Sungai Tebal, Jumat (9/10) lalu.
‘’Diwilayah Kecamatan Jangkat, Lembah Masurai dan sekitarnya, lahan yang dikelola oleh warga pendatang sebagian besar dijadikan kebun kopi. Tapi hasilnya tak ada yang masuk PAD kita,” ujar Wabup.
Sebab ratusan ton Kopi yang dihasilkan setiap tahun itu sebut Wabup, langsung dibawa ke luar Merangin, seperti ke provinsi Bengkulu, Lampung dan daerah lainnya.
‘’Kopi-kopi tersebut langsung saja dibawa keluar. Sehingga kita merugi hingga miliaran rupiah setiap tahunnya,” ungkapnya.
Parahnya lagi lanjut Wabup, kopi yang dibawa keluar tersebut meski berasal dari Merangin, namun tak disebut kopi Merangin. Hal ini disebabkan pengelolaannya dilakukan oleh orang luar kabupaten Merangin.
‘’Para petani kopi merupakan warga pendatang, hasil panen mereka setelah sampai keluar tak disebut lagi kopi Merangin. Padahal kopi tersebut berasal dari daerah kita,” tuturnya.
Kondisi ini sebut wabup, salah satunya disebabkan pengelolaan pemasaran maupun pengolahan komiditi Kopi di Merangin, yang masih jauh dari harapan, padahal kabupaten Merangin bias dikatakan sebagai sentra penghasil Kopi di Provinsi Jambi.
Tak dikelolannya dengan baik pemasaran Kopi di Merangin beberapa waktu lalu juga disanyangkan oleh Bupati Merangin, Al Haris. Kedepan menurutnya, Merangin harus bisa mengembangkan potensi kopi sebagai komoditi andalan daerah.
Upaya yang dilakukan sebutnya, adalah dengan membuat pabrik pengolahan kopi di Merangin. Dalam pelaksanaannya pemkab Merangin akan berkerjasama dengan PTPN VI.
‘’Sudah dibicarakan potensi kopi di Merangin. PTPN VI merespon itu,” ungkap Bupati beberapa waktu lalu.
‘’Mereka (PTPN VI) meminta kita untuk mendata jumlah potensi kopi yang ada di Merangin,” sebutnya.
Untuk lokasi perkebunan, PTPN VI berencana untuk menetapkan satu kawasan induk perkebunan yang ada di Merangin, dan selebihnya menjalin kerjasama dengan para petani.
‘’Akan ada satu lahan induk, selebihnya menjalin kerjasama dengan petaninya,” lanjutnya.
Bupati sangat berharap, rencana tersebut terwujud mengingat hal itu dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertanian, serta mengurangi angka pengangguran di Merangin.
‘’Kita harap rencana ini berhasil, itu masukkan untuk PAD. Warga juga bisa bekerja,” ujarnya.
Rencana pemkab tersebut tentu saja mnedapata respon positif dari masyarakat, khususnya petani kopi yang ada di kabupaten Merangin.
‘’Selama ini kami terpaksa menjual hasil tani kami keluar daerah, karena memang tidak ada pengolah maupun pengelola pemasaran yang menjanjikan di Merangin ini, mudah mudahan pemerintah benar benar serius memikirkan ini,” harap seorang petani Kopi asal Jangkat.(MT)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)