Tuna Netra, Difabel, Wartawan, dan Mahasiswa Tak Luput dari Perhatian Gubernur Jambi

136 views
banner 468x60)

Fachrori: kita butuh gotong royong dan saling membantu

Jambi – Ditengah situasi pandemi Covid-19 dengan berbagai dampak yang ditimbulkannya, Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum terus berusaha membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Setelah beberapa kali memberikan bantuan kepada masyarakat, Selasa (12/05/2020), Gubernur Jambi yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi kembali memberikan bantuan kepada masyarakat. Kali ini, gubernur memberikan bantuan kepada penyadang difabel, mahasiswa luar derah dan dari Malaysia yang kuliah di Jambi, serta para wartawan media mitra Pemrov Jambi, di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Kantor BPBD Provinsi Jambi. Semua pihak yang memperoleh bantuan tersebut tak luput dari perhatian Gubernur Jambi, Fachrori Umar.

Dan, pesan utama yang disampaikan dan digelorakan oleh gubernur adalah supaya semua pihak bergotong-royong dan saling membantu dalam memutus mata rantai Covid-19, juga dalam menghadapi dampak yang ditimbulkan Covid-19 tersebut.

Bantuan sembako tersebut terdiri dari 10 kg beras, setengah karpet telur, mie instan, minyak goreng, gula, dan tepung terigu. Dalam pennyerahan bantuan tersebut, gubernur didampingi oleh Pj.Sekda Provinsi Jambi, H.Sudirman,SH,MH, Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Jambi, Arif Munandar, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah,SE,ME.

Fachrori mengajak masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, dan mematuhi imbauan dari pemerintah.

Fachrori menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 ini telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, untuk itu diperlukan upaya bersama dengan bergotong-royong, saling membantu dan mematuhi peraturan yang ditetapkan pemerintah agar mata rantai Covid-19 dapat diputuskan. ”Saya sangat mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan penyerahan bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak Covid-19. Hari ini bantuan kami serahkan kepada penyandang disabilitas, rekan-rekan jurnalis, adik-adik mahasiswa luar daerah serta masyarakat di sekitar posko yang terdampak 19. Kegiatan penyerahan bantuan sembako ini dilaksanakan pada kesempatan yang tepat karena saat ini banyak kegiatan ekonomi masyarakat yang terhenti akibat pandemi virus korona, sementara itu pada saat yang sama masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, membutuhkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau,” ujar Fachrori.

Gubernur mendorong semua pihak untuk bahu-membahu untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Untuk itu saya imbau kita semua yang berkecukupan, baik pelaku usaha, badan usaha, serta perorangan untuk memberikan bantuan guna meringankan beban masyarakat yang kurang mampu. Merebaknya Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh tanah air kita bahkan melanda seluruh dunia, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan diantaranya meliburkan kegiatan belajar di sekolah, melaksanakan pekerjaan kantor di rumah serta membatasi kegiatan usaha. Akibat dari kebijakan tersebut banyak perusahaan yang merumahkan karyawannya bahkan ada yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) mengingat tempat mereka bekerja tidak beroperasi lagi. Masyarakat yang bekerja di sektor informal seperti pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pedagang dan tukang ojek menjadi pihak yang merasakan dampak yang cukup signifikan akibat kebijakan ini,” jelas Fachrori .

Gubernur mengemukakan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Provinsi Jambi untuk mengantisipasi dampak negatif dari penyebaran virus korona yang mematikan tersebut, diantranya membentuk dan mengoptimalkan Gugus Tugas Penanggulangan dan Penanganan Penyebaran Covid-19 . “Pemerintah Provinsi Jambi melakukan refocusing anggaran, telah mengalokasikan bantuan dana untuk 30 ribu kepala keluarga di Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi yang terdampak Covid-19. Sembako yang diserahkan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 diharapkan mampu meredam ledakan permintaan bahan pangan, sehingga tidak terjadi kenaikan harga konsumen,” pukngas gubernur.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Jambi, Arif Munandar dalam laporannya menyampaikan bahwa penyerahan bantuan dari pemerintah kepada penerima bantuan bersumber dari donatur atau masyarakat serta CSR perusahaan di Provinsi Jambi yang dihimpun melalui Gugus Tugas Provinsi Jambi. “Dapat kami laporkan di sini bahwa yang menerima bantuan pada hari ini adalah pertama Perkumpulan Tuna Netra Indonesia sebanyak 30 orang, himpunan wanita penyandang disabilitas Indonesia sebanyak 42 orang, perkumpulan penyandang disabilitas Indonesia atau PDRI sebanyak 27 orang, wartawan liputan Provinsi Jambi sebanyak 150 orang, mahasiswa luar Jambi sebanyak 48 orang, mahasiswa dari Malaysia sebanyak 54 orang, serta warga di sekitar posko sebanyak 25 orang, totalnya 376 orang. Bantuan yang kita sampaikan pada pagi hari ini adalah beras, indomie, telur, gula dan minyak goreng “ ujar Arif Munandar.

Ditemui usai penyerahan bantuan, salah satu penerima bantuan, Dewi dari Perhimpunan Wanita Penyandang Disabilitas menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini. Dewi sendiri sebelumnya bekerja di toko furniture dan sejak adanya pandemi Covid-19 ini dirinya sudah tidak bekerja lagi. Hal senada juga disampaikan oleh Fatmawati (61), ibu empat orang anak ini sebelumnya berjualan sarapan pagi, tetapi sejak adanya pandemi dirinya tidak dapat berjualan karena para pembeli yang biasanya adalah anak mahasiswa sudah tidak berkuliah sejak beberapa bulan yang lalu. (*/Syah)

Comments

comments

banner 468x60)

dan Mahasiswa Tak Luput dari Perhatian Gubernur Jambi Difabel Tuna Netra Wartawan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)