Tungkal Ilir Wilayah Endemik DBD, Dewan Minta Dinkes Lebih Kolektif

179 views
banner 468x60)

TANJAB BARAT- Kecamatan Tungkal Ilir merupakan wilayah endemik terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Buktinya dari 13 Kecamatan yang ada di Tanjabbar, Kecamatan Tungkal Ilir merupakan Kecamatan tertinggi Dan paling banyak ditemukan kasus DBD setiap tahunnya.

” Setiap tahunnya Tungkal Ilir paling tinggi kasus DBD nya, kalau Kecamatan lain termasuk jarang ditemukan kasusnya. Tungkal ulu ada kasus DBD nya, cuma tidak seperti di Tungkal Ilir.” Ungkap Ermayanti SKM Kasi Pencegahan dan Pengulangan Penyakit Menular(P2PM) Dinas Kesehatan Tanjabbar.

Kata Erma, dari sepuluh Kelurahan yang ada di Kecamatan Tungkal Ilir, yang paling banyak ditemukan kasus DBD ada di Tungkal 2, Tungkal 3 dan Kelurahan Patunas.

” Di tahun 2018 lalu DBD di Tanjabbar ditemukan 221 kasus. Sedangkan dari Januari hingga Oktober tahun 2019, tercatat ada 191 kasus DBD, malah ada pasien terpaksa dirujuk kejambi, dikarenakan tidak bisa ditanganin dirumah sakit Kabupaten.” Tukasnya.

Memasuki puncak musim hujan dalam beberapa bulan kedepan, Erma memprediksi kasus DBD ini bakal bertambah.

” Biasanya, apalagi memasuki awal tahun, di bulan November Desember jumlah kasus DBD ini mengalami peningkatan.” Sebutnya.

” Kesadaran masyarakat masih rendah, masyarakat disini perlu gotong royong. Agar Prilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) bisa terjaga, karena di indikator hidup bersih dan sehat itu ada pemberantasan jentik nyamuk didalam rumah. Maka dari itu PHBS perlu lebih ditingkatkan,” Timpalnya.

Sementara itu, Suprayogi dewan perwakilan rakyat daerah Kabupaten Tanjabbar meminta Dinas Kesehatan lebih kolektif dalam Menangapi masalah DBD yang terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini.

Menurutnya, Dinkes sebagai motor ujung tombak harus menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat dan terbebas dari penyakit.

” Dinkes harus kerja kolektif, artinya Dinkes harus bermitra dengan Kelurahan, RT dan toko masyarakat bagaimana kasus DBD tidak terulang kembali.” Sebut dewan komisi II ini.

Politisi Golkar ini menuturkan, setiap musim penghujan masyarakat Tanjabbar selaku ditemukan terserang penyakit DBD, yang lebih Riskan lagi kata dia. Anak-anak yang berdampak dari penyakit gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

” Hanya di tempat tertentu saja yang berdampak demam berdarah, salah satu nya di Kecamatan Tungkal Ilir.” Kata Yogi.

Yogi juga menyebut, diwilayah Tungkal Ilir sampai saat ini memang di tingkat kebersihan masih sangat rendah.

” Hal semacam ini harus kerjasama, bagaimana menciptakan Lingkungan bersih dan sehat. Sehingga penyakit DBD tidak berkembang dan terjadi dilingkungan masyarakat tersebut,” Ungkapnya.

Ia juga menegaskan, Dinas Kesehatan jangan hanya memberikan menset pemahaman saja. Bahwa pogging ini hanya sebagai mengusir nyamuk, namun tidak mematikan Nyamuk.” Salah satunya gerakan bersama untuk membersihkan lingkungan, dengan menimbun tempat sampah, membersihkan saluran air. Sehingga tidak terjadi genangan yang berakibat nyamuk bersarang,” Bebernya.(by)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)