Walimurid Ini Tak Terima Anaknya Diusir Sedang Ujian, Kadisdik Provinsi Jambi Angkat Bicara

219 views
banner 468x60)

Jambi – Oknum Guru sekolah SMK Dharma Bhakti 1, berinisial (Rp) yang beralamat di Simpang Rimbo, Kota Jambi tega mengusir siswanya yang sedang mengikuti ujian kenaikan kelas.

Pasalanya guru tersebut mengusir siswanya yang sedang mengikuti ujian kenaikan kelas karena belum membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Rini (47), orang tua RP menjelaskan dirinya telah membayar sebesar 1.000.000 juta rupiah secara berangsur dari jumlah SPP sebesar 3.300.000 juta rupiah.

Dirinya sangat sesalkan perbuatan yang dilakukan oleh oknum guru anaknya tersebut, hanya karena pembayaran yang belum lunas, anaknya diusir saat sedang mengisi soal mengikuti ujian kenaikan kelas.

“Tunggakan itu sebesar Rp 3.300.000, kemarin saya bayar waktu hari jumat Rp 1.000.000. Waktu hari pertama jumat tu dak dikasih ujian, katanya belum ada konfirmasi dari wakil kepala sekolah.
Hari sabtu anak saya datang lagi, dikasih ujian sabtu kemaren. Tadikan hari senin kelanjutan ujian, lagi mengisi soal disuruh keluar karena belum ada pelunasan,” ungkap rini, kepada wartawan, Senin (17/6/19).

Mengetahui anaknya diusir, Rini yang akrab disapa Uni ini langsung menelpon pihak sekolah, dan pihak sekolahpun membenarkan bahwa anaknya tidak dibenarkan ikut ujian lantaran belum melakukan pelunasan pembayaran tunggakan. “Sudah 2 anak saya yang tamat sekolah swasta, baru satu kali ini menemukan anak ujian lagi mengisi soal disuruh keluar. Kan bagaimana dengan pisikis anaknya sendiri, itu sebagai guru didik tidak memikirkan pisikis anak didiknya. Itu yang uni tidak terima,” terang Rini dengan nada kesal.

Sejauh ini, lanjut Rini, dirinya ada niat untuk melakukan pelunasan tunggakan, namun secara nyicil, karena mengingat dirinya hanyalah seorang pedagang kaki lima. “Sedangkan kita ada niat baik untuk membayar, inikan baru berjalan mau naik kelas 3. Lain kalau sudah mau tamat. inikan baru naik kelas 3, Masih panjang, masih 1 tahun lagi anak disana, masak tidak ada kepercyaan guru terhdap orang tua,” sebutnya.

Padahal, beber Uni, Dirinya telah berjanji untuk melunasi dalam waktu dekat ini. Namun, untuk mengikuti ujian tunggakan pembayaran harus dilunaskan terlebih dahulu. “Intinya harus dilunasin baru dapat ujian,” singkat Rini.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Agus Heriyanto saat diwawancarai awak media mengatakan dirinya berharap seharusnya pihak sekolah memberikan kesempatan agar siswa tersebut terlebih dahulu mengikuti ujian.

” Kita berharap sekolah memberikan kesempatan untuk anak ini ujian terlebih dahulu jangan langsung diberikan sanksi bahwa mereka tidak diberkenankan ikut ujian,” harapnya.

Agus juga menghimbau atas kejadian tersebut agar sekolah – sekolah swasta lain untuk tidak melakukan hal yang sama. ” Sebenarnya sekolah bisa mengambil kebijakan lain dan ini saya himbau kepada sekolah – sekolah swasta yang lain untuk tidak melakukan hal yang sama berikan kepada siswa untuk mengikuti ujian dan silahkan komunikasikan kepada orangtua, dan nanti saya perintahkan kepada Kabid SMK untuk kesitu,” pungkasnya. (*/Syah)

Comments

comments

banner 468x60)

Kadisdik Provinsi Jambi Angkat Bicara Walimurid Ini Tak Terima Anaknya Diusir Sedang Ujian

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)