Warga SAD Di Batanghari Rentan Terserang Beragam Penyakit

banner 468x60)

9093988

“Penderita Penyakit Kulit mendominasi”

rakyatjambi.co, Batanghari– Warga Suku Anak Dalam(SAD) dalam wilayah Kabupaten  Batanghari akhir akhir ini banyak sekali menderita penyakit Kulit.Penderita penyakit kulit ini mayoritas diderita oleh orang Dewasa.Kebiasaan melangun(berpindah) serta Gaya hidup orang SAD ini,menjadi faktor utama rentannya penyakit menyerang,seperti Penyakit Kulit,Diare,DBD,Kusta dan Rabies,yang akhir ini dialami Warga SAD Didesa Bungku.
Kepala Puskesmas Penerokan Kecamatan Bajubang,Kabupaten Batanghari Ns Umar,S.Kep,Ketika fikonfirmasi Rakyat jambi.co,membenarkan bahwa pihaknya telah menangani pasien SAD diwilayah Bungku yang menderita penyakit kulit,kusta dan rabies.”Pada sebelumnya kita dari puskesmas Penerokan,membentuk tim Posling pada Enam Dusun diwilayah Bungku. Dari 150 orang warga SAD yang telah dilakukan penyuluhan kesehatan, 75 orang diantaranya penderita penyakit kulit.Disamping penderita penyakit kulit,juga terdapat pasien penderita pengakit kusta dan rabies”Ujar Umar,kepada Rakyat Jambi.co di Dinkes kemarin.
Lebih lanjut dikatan Umar,Pola hidup yang tidak bersih bagi warga SAD ini menjadi faktor utama rentannya terserang penyakit,apa lagi terhadap anak anak yang daya tahan tubuhnya lemah.Disela itu pemberian pengobatan terhadap suku anak dalam ini,menjadi sebuah kesulitan tenaga medis dilapangan karena Warga SAD ini tidak mau untuk disuntik.”Kalau disuntik warga SAD ini tidak ada yang mau,ini menjadi kewalahan kami,ya,terpaksa diberikan obat lain.”Tuturnya.
Sementara itu Kabid P2PL Dinas Kesehatan Batanghari Almi Cab,S.Km kepada harian ini menjelaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari yang menaungi Puskesmas dibawahnya,terdapat 3 Puskesmas yang melayani kesehatan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba.

Warga Suku Anak dalam terdapat pada tiga wilayah kesehatan,yakni Puskesmas Luncuk,warga SAD Nya dari wilayah perbatasan bukit 12.Sementara Puskesmas Sungai Rengas,terdapat warga SAD dari Kejasung,tebing tinggi,Tebing jaya.Dan Puskesmas Penerokan menaungi kesehatan Warga SAD Dari Desa Bungku.Dari Puskesmas Penerokan terdapat 75 orang pasien penderita penyakit kulit,belum lagi ditambah dari pasien Puskesmas lain.”Pihak Dinas Kesehatan,selalu menerima laporan dari masing masing Puskesmas Berkenaan dengan kesehatan Masyarakat biasa maupun Warga Suku Anak Dalam.Kita ketahui pemikiran SAD yang primitip ini membuat pihak tenaga medis sulit untuk bekerja maksimal,karena mereka semua meskipun sakit tetap saja tidak mau di suntik.”Ungkap Kabid P2Pl ini.(sup)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)