Warga Tanjabtim Tangkap Buaya Pemangsa Hewan Ternak

banner 468x60)

IMG-20170310-WA0014

Laporan Wartawan RakyatJambi.co,Hendry

MUARASABAK–Warga Desa Sungai Jeruk Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjabtim, berhasil menangkap seekor buaya sepanjang tiga meter yang selama ini kerap meresahkan warga setempat. Namun buaya yang ditangkap warga tersebut, dipastikan bukan buaya yang menyerang warga Desa Simpang Datuk belum lama ini.

Menurut Kepala Desa Sungai Jeruk Samsu Alam, buaya yang ditangkap warga ini telah sering menampakan diri sejak tiga bulan terakhir. Bahkan tiga ekor kambing dan belasan ekor ayam warga, telah menjadi santapan buaya tersebut sejak satu bulan terakhir. Akhirnya warga pun sepakat untuk menangkap buaya tersebut, terlebih sebelumnya seorang warga desa tetangga menjadi korban penyerangan buaya.“Buaya itu berhasil ditangkap warga sekitar pukul 01.00 WIB dini hari kemarin (9/3), di RT. 05 Dusun Dua Desa Sungai Jeruk. Kondisi air parit yang jernih memudahkan kami, untuk menangkap buaya tersebut dengan menggunakan tali seling,” ujar Samsu Alam.“Buaya yang ditangkap warga ini, memiliki panjang sekitar tiga meter dan merupakan buaya jenis katak,” tambahnya.

Saat ini lanjut Samsu Alam, buaya tersebut telah diserahkan ke pihak BKSDA untuk dilepaskan di perairan Air Hitam Kecamatan Sadu.

Terpisah, Camat Nipah Panjang Kamarudin membenarkan adanya penangkapan buaya di Desa Sungai Jeruk. Namun pihaknya memastikan buaya yang ditangkap warga tersebut, bukan buaya yang telah menyerang seorang warga Desa Simpang Datuk belum lama ini. Dengan kata lain, terdapat dua buaya lain yang masih bebas berkeliaran di Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang.“Kemungkinan jumlah buaya yang ada di Desa Simpang Datuk lebih dari dua ekor, karena lokasi tersebut merupakan habitat buaya. Kebetulan yang telah menampakan diri dua ekor, yakni yang telah menyerang warga dan satu lagi yang berhasil di photo warga saat keluar dari parit menuju daratan,” papar camat.

Sementara Kepala Seksi Wilayah Tiga BKSDA Provinsi Jambi Faried mengatakan, buaya yang berhasil ditangkap warga akan dilepas di wilayah TNB tepatnya di Simpang Malaka.“Lokasinya cukup jauh masuk kedalam, saat ini tim kita tengah dalam perjalanan menuju lokasi,” ujar Faried.

Disinggun soal Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang, yang menjadi habitat buaya dan salah satunya telah menyerang warga setempat. Menurut Faried, dalam hal ini BKSDA hanya mengevakuasi buaya yang bermasalah saja. Sementara soal keberadaan buaya lainnya, pihak BKSDA tidak dapat berbuat banyak.“Desa Simpang Datuk itu memang menjadi lokasi habitat buaya, diperkirakan terdapat sekitar puluhan ekor buaya disana. Peran BKSDA sendiri hanya mengevakuasi buaya yang bermasalah saja, dan tidak mungkin kami mengevakuasi seluruh buaya yang ada karena Desa Simpang Datuk sendiri sudah menjadi habitat buaya,” paparnya.

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)