JAMBI – Semangat kaderisasi dan kepemimpinan muda kembali bergelora dalam kegiatan Pelantikan dan Training Dasar Organisasi kader KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Komisariat At-Tahrir dan Komisariat Siginjai Tahun 2026 yang digelar pada Selasa, (17/02/ 2026).
Forum ini menjadi ruang pembinaan awal bagi mahasiswa untuk meneguhkan identitas perjuangan, sekaligus mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin umat dan bangsa di masa depan.
Dalam momentum tersebut, Coach Noe dipercaya menjadi salah satu pemateri dengan mengangkat tema “Team Building di Era Digital 5.0.” Materi yang disampaikan tidak hanya membahas kerja tim secara teknis, tetapi juga menekankan pentingnya penyatuan visi, kedewasaan mengelola ego, serta kemampuan berkolaborasi di tengah disrupsi teknologi yang kian cepat.
Melalui pendekatan storytelling, riset ilmiah, dan simulasi interaktif, sesi berlangsung dinamis dan menggugah partisipasi peserta. Para kader diajak memahami bahwa perjuangan tidak bisa dibangun oleh individu hebat semata, tetapi oleh barisan yang solid, saling percaya, dan siap memikul amanah bersama.
Coach Noe juga menyampaikan pesan kepada para kader muda.“Di KAMMI, kita tidak dituntut jadi sempurna. Jadikan ini wadah untuk mau bertumbuh. Mau belajar, mengasah diri, jatuh & bangkit bersama. Karena pemimpin besar itu tidak lahir dari zona nyaman, tapi dari ruang kaderisasi yang mengimplementasikan arti visi, kolaborasi, dan pengabdian.” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa di era Digital 5.0, kader tidak cukup hanya kuat secara ideologis, tetapi juga harus adaptif, kolaboratif, dan memiliki kapasitas kepemimpinan yang relevan dengan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman.
Kehadiran Coach Noe dalam forum ini menjadi bagian dari kontribusinya dalam membina generasi muda, khususnya mahasiswa, agar mampu mengembangkan kepemimpinan, ketangguhan karakter, serta kesiapan berkontribusi bagi negeri.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ruang kaderisasi adalah kawah candradimuka lahirnya calon negarawan muslim berintegritas. Bagi mahasiswa yang ingin bertumbuh, mengasah kepemimpinan, serta mengambil peran lebih besar dalam perubahan, berproses bersama KAMMI menjadi salah satu jalan perjuangan yang bermakna. (Rls/Red)






