Ini Kata Kadisdik Tanjab Barat Soal Bangunan SMK Negeri Satu Tungkal

2207 views

IMG-20160728-WA0009

–Laporan Wartawan Rakyatjambi.co, Kuala Tungkal–

rakyatjambi.co,KUAqLA TUNGKAL-
Hangatnya pemberitaan terkait Kondisi bagunan dan Fasilitas Penunjang Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Satu Kuala Tungkal yang jauh dari kata layak dan terancam ambruk karna dimakan usia membuat pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjab Barat gerah dan angkat bicara.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Wahidin, menyatakan Pembangunan SMK Negeri Satu Kuala tungkal telah disesuaikan dengan masterplan yang dibuat pihak sekolah.

Meski tidak menampik bahwa Sekolah Kejuruan Yang berdiri sejak tahun 1993 dengan kondisi kayu itu saat ini sudah rusak parah. Wahidin menyebut telah melakukan pembangunan gedung dan fasilitas penunjang menggunakan bahan beton secara bertahap.“Sesuai dengan program sekolah dan pemerintah daerah untuk sekarang ini yang kita bangun tidak ada yang menggunakan kayu lagi melainkan beton, jadi kalau kita merahab sekolah yang bocor dan rusak ini (SMKN I), itu namanya rehab total. Kalau rehab total nilainya lebih tinggi dari pada kita membuat kelas baru ditempat yang lain. Kebetulan kita masih punya lokasi yang sangat luas di SMK satu ini, makanya kita membangun dari tahun 2011 kemarin berangsur angsur menggunakan beton,” sebut Wahidin.

Dikatakannya, Dinas pendidikan sengaja tidak membongkar terlebih dahulu bangunan bangunan SMK Negeri satu yang sudah tidak layak digunakan melainkan digunakan sementara hingga menunggu pembangunan gedung yang baru selesai.“Sementara kita tidak membongkar ini dulu. Nanti kalau dibongkar anak belajar bagaimana, Sekarang ini belum kita rehab karna memang nantinya akan dibongkar setelah selesai bangunan yang baru,” katanya.

Wahidin menuturkan. Ditahun 2016 ini SMK Negeri Satu kula tungkal mendapat bantuan dua ruangan kelas senilai RP 400 juta yang bersumber dari dana APBN.” Tahun ini kita dapat 2 ruangan (untuk SMKN I) mulai besok senin akan kita bangun,angkanya RP 400 juta dari APBN.”Sebutnya.

Selain ruangan kelas di tahun 2016 ini SMK negeri satu juga mendapat bantuan bangunan ruang labor lengkap beserta isinya yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.” ini bangunan untuk ruang labor lengkap beserta isinya, nilainya satu (1) milliar rupiah,” ujarnya sambil menunjuk kearah bangunan labor yang sedang dibangun.

Wahidin menambahkan pembangunan di SMK Negeri satu akan terus dilakukan secara bertahap
baik menggunakan dana dari APBN maupun dana APBD 1 dan APBD 2,” Tiap taun membangun terus, tapi secara bertahap menggunakan APBN dan APBD, kita menggunakan fitur beton tidak menggunakan kayu lagi,” pungkasnya.

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait