Nilai Souvenir yang Diberikan Kandidat saat Kampanye Tidak Boleh Lebih Rp 60 Ribu

260 views

MUARASABAK, RJC -Tradisi bagi-bagi souvenir sudah menjadi kebiasaan calon Kepala Daerah pada gelaran Pilkada. Mulai dari sarung, jilbab, baju kaos serta sejumlah cinderamata lainnya.

KPU membatasi nilai cinderamata kampanye dari para peserta pemilu kepada warga, paling mahal senilai Rp.60.000 Rupiah per item. Jika tidak diawasi secara ketat, tradisi ini berpotensi menimbulkan money politic.

Komisioner KPU Tanjabtim, Ahmad Najib, SH  mengatakan, pemberian bingkisan atau souvenir dalam kampanye diperbolehkan. Hal ini tertuang dalam pkpu nomor 4 tahun 2017 maupun PKPU nomor 10 tahun 2020.

Ada 10 item yang masuk ke dalam kategori bahan kampanye yang bisa dibagikan kepada warga jika melakukan sosialisasi. Berupa pakaian, penutup kepala, alat minum, kalender, kartu nama, pin, alat tulis, payung atau stiker maksimal berukuran 10 centimeter.

Terkait dengan Pilkada di tengah pandemi, maka dalam membagikan bahan kampanye berupa souvenir tersebut harus tetap mematuhi protokol kesehatan, serta dalam pembagiannya harus menghindari kerumunan.

Selain itu, penyebaran bahan kampanye ini dapat dilakukan oleh pasangan calon kampanye ataupun petugas kampanye di luar zona kampanye yang bersangkutan karena tidak masuk dalam aturan PKPU, pungkasnya. (4N5).

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait