Pemprov Jambi dan Gapkindo Sepakati Upaya Peningkatan Harga Karet

1343 views

suarajambi_com_14_13260080_1213812971976252_2034160580218510192_n

rakyatjambi.co, JAMBI – Gubenur Jambi, H.Zumi Zola, S.TP, MA menyatakan telah sepakat dengan Gabungan Perusahaaan Karet Indosesia (Gapkindo) dan Asosiasi Petani Karet untuk mengupayakan peningkatan harga getah karet. Hal tersebut dikemukakan oleh Zumi Zola kepada para wartawan yang mewawancarainya usai Pertemuan Gubernur Jambi dengan Gapkindo dan Asosiasi Petani Karet Jambi,bertempat di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat (20/5) siang.

Ketua Gapkindo Provinsi Jambi, Effendi, Sekretaris Esekutif Gapkindo Provinsi Jambi, M.Hatta, beberapa orang anggota Gapkindo dan perwakian dari Asosiasi Petani Karet mengadakan pertemuan dengan Gubenur Jambi, untuk berdiskusi tentang upaya-upaya untuk meningkatkan harga getah karet. Dari Pemerintah Provinsi Jambi, gubernur didampingi oleh Kepala Dinas Perkebunan, Budidaya, dan perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Filda.

Bahan olahan karet (bokar) yang bersih, memperpendek mata rantai perdagangan mulai dari petani sampai pengusaha karet, upaya peningkatan produktivitas getah karet, peremajaan (replanting) karet tua yang tidak produtif lagi, pelabuhan yang representatif untuk ekspor karet dari Provinsi Jambi merupakan poin-poin yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Zola mengatakan, dirinya menerima masukan dari Ketua dan anggota Gapkindo serta para pelaku usaha karet di Jambi, serta dari asosiasi petani karet Jambi, dan pertemuan tersebut sangat bagus dan sangat strategis untuk mencari solusi terbaik tentang permasalahan harga karet, yang selama ini bertahun-tahun dikeluhkan oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, sekarang harga getah karet sudah merangkaak naik. Kita harus melakukan langkah-langkah lanjutan agar harga ini bisa stabil, kalau bisa naik lagi,” ujar Zola.

“Ada beberapa hal yang sudah disimpulkan, Pertama, kita sepakat, dari asosiasi petani karet dan pengusaha Gapkindo supaya bokarnya (bahan olahan karet) bersih, tidak kita terima lagi kotor. Bokar bersih ini lebih mahal daripada yang kotor. Jadi sebetulnya tinggal disosiaisasikan saja kepada masyarakat. Jadi sepakat, perusahaan tidak boleh membeli bokar kotor lagi dan petani harus menjual bokar bersih. Kalau kualitas bokarnya bagus, harganya pun akan naik,” ungkap Zola.

“Kedua, saat ini jumlah getah karet yang dihasilkan di Jambi masih kurang. Jadi, dari Dinas Perkebunan nanti kita akan replanting (remajakan) karet, karet yang sudah tua dan tidak produktif lagi, diremajakan. Banyak pengusaha karet yang harus mendatangkan dari provinsi tetangga, dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, yang biayanya sangat besar, itulah gunanya kita melakukan replanting. Karena luas sekali yang harus direplanting, saya meminta bantuan kepada kementerian, lanjut Zola.

“Ketiga, memperkuat, sangat dibutuhkannya pelabuhan dalam waktu dekat, karena dengan pelabuhan yang ada sekarang ini, biaya untuk pelaku usaha sangat berat karena lokasinya dan kapal-kapal yang bisa masuk terbatas, tidak bisa kapal-kapal besar, belum lagi, seperti yang beberapa kali saya katakan, empat bulan dalam setahun, kapal-kapal tidak bisa masuk karena musim kemarau,” lanjut Zola.

“Saya tanya para pelaku suaha ini, yang mana pelabuhan yang representatif, disebutlah Pelabuhan Muara Sabak, akhirnya memperkuat lagi. Asosiasi Pelayaran mendukung, para pelaku usaha karet juga mendukung. Ujung Jabung, itu untuk jangka panjang. Dalam waktu dekat ini, kita akan duduk bersama denga Pelindo II, untuk mempercepat seperti apa rencana dan action, jalan seperti apa, karena jalan wewenang Pemerintah Provinsi Jambi, jalan sepanjang 60 Km lebih,” jelas Zola.

“Keempat, bagaimana kita mengeluarkan (menghasilkan) payung hukumnya, kita akan membuat Perda, tapi karena Perda ini butuh waktu yang lebih lama, maka Pergub dulu. Dengan adanya Pergub, nanti dinas terkait akan sosialisasi ke tingkat kabupaten-kabupaten yang ada kebun karetnya, Gerakan Bokar Bersih akan disosialisasikan kepada masyarakat, yang akan didampingi perusahaan yang terdapat di sekitar lokasi sosialisasi. Nanti, minta tolong juga dukungan dari teman-teman di DPRD agar kita mendorong payung hukum berupa Perda, supaya ada kekuatan hukum. Aapabila ada yang melanggar, seperti yang sudah ada dari aturan yang diatasnya yakni Peraturan Menterinya, bahwa apabila ada yang melanggar, membeli bokar kotor, maka aisenelnya akan dicabut,” ungkap Zola

“Kita akan coba dorong untuk membuat regulasi (Pergub), mudah-mudahan Pegubnya selesai setelah saya pulang umroh, supaya bisa langsung turun ke lapangan. Nanti ada tim yang kita betuk, SK-nya kita keluarkan, yang terdiri darin usur Pemprov, Gapkindo, dan juga ada dari unsur Asosiasi Petani Karet. Ini langkah-langkah strategis yang bisa kita lakukan, dan saya minta tolong Pihak Pemerintah Kabupaten bisa membatu replanting karet, mohon dianggarkan,” jelas Zola.

Zola menyatakan, luasan lahan kebun karet yang ditargetkan direplanting adalah 5.000 Hektar dalam lima tahun kedepan.. “Targetnya 5.000 Hektar, walaupuan itu masih kecil, itulah makanya saya katakan, kita bagi-bagi dengan Pemkab, tetapi juga minta batuan dari Pusat, kalau bisa lebih daripada 5.000 Hektar,” ujar Zola.

“Kita ingin memperbaiki kondisi (harga getah karet) saat ini, khusuanya untuk memperbaiki pendapatan petani. Kalau Gapkindo sudah sepakat, Asosiasi Petani Karet sudah sepakat, pemerintah dukung, insyaallah bisa,” pungkas Zola.(adv)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait