Rakyatjambi.co, Tanjung Jabung Timur – Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung Timur menggelar Rilis Akhir Tahun 2025 sebagai bentuk refleksi dan evaluasi kinerja kepolisian selama satu tahun terakhir. Rilis ini memotret capaian penanganan kriminalitas, kecelakaan lalu lintas, hingga tindak pidana narkoba di wilayah hukum Polres Tanjab Timur, Rabu 31 Desember 2025.
Kapolres Tanjab Timur, AKBP M. Kuswicaksono, S.I.K., M.H., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh awak media atas sinergi dan kerja sama yang terjalin selama ini dalam menyampaikan informasi kepolisian kepada masyarakat.“Rilis akhir tahun ini menjadi bahan evaluasi atas apa yang telah kami lakukan sepanjang 2025, baik dalam pengungkapan kasus kriminal, laka lantas, maupun narkoba. Harapannya, kinerja ini dapat terus ditingkatkan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Operasi Kepolisian Berjalan Aman dan Kondusif
Sepanjang tahun 2025, Polres Tanjab Timur melaksanakan berbagai operasi kepolisian, baik kewilayahan maupun terpusat. Seluruh rangkaian operasi tersebut dilaporkan berjalan aman dan kondusif.
Operasi kewilayahan meliputi Operasi Antik, Pekat, Jaran, Premanisme, Keselamatan, Zebra, dan Patuh. Sementara operasi terpusat antara lain Operasi Ketupat dan Operasi Lilin. Keberhasilan operasi ini dinilai berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kriminalitas Menurun, Penyelesaian Perkara Tetap Tinggi
Data rekapitulasi kriminalitas menunjukkan tren penurunan jumlah tindak pidana dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024 tercatat 85 kasus, dengan 75 kasus berhasil diselesaikan atau mencapai 88,2 persen. Sementara pada 2025, jumlah kasus menurun menjadi 73 kasus, dengan 59 kasus berhasil diselesaikan atau 80 persen.
Sejumlah kasus menonjol berhasil diungkap, mulai dari pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan kekerasan (curas), hingga kasus pembunuhan. Beberapa perkara telah memasuki tahap II, sementara lainnya masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan.
Laka Lantas Turun, Kerugian Materiil Justru Meningkat
Untuk kecelakaan lalu lintas, Polres Tanjab Timur mencatat adanya penurunan jumlah kejadian, namun nilai kerugian materiil mengalami peningkatan. Pada 2024 tercatat 68 kasus dengan kerugian sekitar Rp81,7 juta.
Sedangkan pada 2025 turun menjadi 64 kasus, namun kerugian materiil meningkat hingga Rp159,3 juta.
Faktor penyebab kecelakaan antara lain minimnya rambu lalu lintas, kurangnya penerangan jalan, human error, serta kondisi kendaraan yang tidak laik jalan. Ke depan, Satlantas Polres Tanjab Timur akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan instansi terkait guna menekan angka kecelakaan.
Kasus Narkoba Naik, Penindakan Diperketat
Berbeda dengan kriminalitas umum, kasus narkoba justru menunjukkan tren peningkatan. Pada 2024 tercatat 40 kasus, sementara pada 2025 meningkat menjadi 52 kasus. Jumlah tersangka dan barang bukti yang diamankan juga bertambah, meliputi sabu, ganja, dan ekstasi.
Peningkatan ini disebut sebagai hasil dari intensitas penindakan yang semakin masif terhadap peredaran narkoba di wilayah Tanjab Timur.
Jaga Sinergi Demi Iklim Investasi
Polres Tanjab Timur menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, media, instansi terkait, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.“Kami berharap dukungan seluruh elemen masyarakat dan mitra media untuk terus menyajikan informasi yang edukatif dan positif, sehingga Kabupaten Tanjung Jabung Timur tetap aman, kondusif, dan menarik bagi investor,” tutupnya.(Rudi)






