Aceh Tamiang — Selama kurang lebih 10 hari aksi kemanusiaan, Relawan GARDA JAMBI (Gerakan Relawan Muda Jambi) turun langsung ke wilayah terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang. Berkolaborasi dengan relawan berbagai lembaga bahkan lintas negara, Babinsa, DKM masjid, dan masyarakat setempat, tim menjalankan kerja kemanusiaan dari hulu ke hilir: mulai dari pendataan korban hingga pemulihan fasilitas vital warga.
Koordinator Relawan GARDA JAMBI, Coach Noe, menjelaskan bahwa aksi di lapangan dilakukan secara terukur dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Setidaknya terdapat tujuh aksi utama yang dijalankan, yakni:
1. Koordinasi posko dan assessment lapangan untuk pendataan korban serta kebutuhan prioritas.
2. Distribusi paket sembako melalui kolaborasi dengan Posko Utama.
3. Dukungan logistik dan bahan pangan dapur umum di Posko Masjid Fatimiyah (perbatasan Besitang–Aceh Tamiang).
4. Aksi bersih-bersih dan pemulihan Mushollah Mutiara Kampung Durian, termasuk bantuan mesin doorsmeer, perlengkapan kebersihan, karpet masjid, sajadah imam, mukena, Al-Qur’an dan Iqra, instalasi listrik, perbaikan plafon, pengecatan, hingga pengajian kembali aktif.
5. Distribusi ratusan paket makanan siap santap untuk para pengungsi.
6. Pembukaan akses dan pembangunan jalan darurat menuju Masjid Miftahul Jannah Kampung Durian dengan material kayu, papan, paku, dan peralatan kerja, sekaligus pemulihan kebersihan masjid hingga kembali menyelenggarakan shalat Jumat.
7. Penyaluran bantuan logistik dan bahan pokok untuk Posko Utama dan warga terdampak dengan total nilai sekitar Rp50 juta.
Menurut Coach Noe, yang dikenal sebagai penulis dan pelatih kebugaran Islami serta relawan berpengalaman di berbagai kebencanaan nasional, fokus utama aksi ini adalah mengembalikan fungsi hidup masyarakat, bukan sekadar bantuan simbolik. “Masjid, dapur umum, dan akses jalan adalah pusat kehidupan warga. Ketika itu hidup kembali, harapan ikut tumbuh,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa aksi GARDA JAMBI belum selesai. Proses pemulihan Aceh masih panjang dan membutuhkan doa serta dukungan berkelanjutan. “Kami hanya perantara amanah masyarakat Jambi. Aceh masih membutuhkan perhatian dan dukungan kita bersama. Jangan berhenti di sini, mari kita saling bahu-membahu berikan kontribusi nyata untuk pulihkan kembali Aceh dan Sumatera” tutup Coach Noe, sembari mengajak masyarakat terus mendoakan dan mendukung langkah-langkah pemulihan ke depan. (Rls/*)






