Ribuan Lilin Terangi Pesantren Al-Inayah di Malam Takbiran

79 views

TEBO – Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd, suara takbir itu menggema dikumandang oleh santri Pesantren Al-Inayah 1, Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.

Malam takbir Senin 19 Juli 2021 disuarakan santri asuhan KH. Muhammad Rifa’i Abdullah dan Hj. Sumiyati Khilyatun Hasanah yang akrab disapa Umi Al-Inayah dengan suara merdunya lewat karnaval lilin.

Karnaval dengan lebih kurang seribu lilin yang mengambil start halaman belakang kemudian finish halaman depan, ada beberapa kreasi yang mencuri perhatian lewat karnaval ini seperti ditempat finish santri dengan lilin ditangan mereka membentuk barisan dan lingkaran bertulisan Al-Inayah.

Semangat santri tak terbendung mengikuti karnaval yang dimaksud, bahkan tidak sedikit dari mereka (santri-red) menulis di dinding linimasa media sosialnya dengan kata-kata
Kami Semua disini Bahagia, jd Ga Pulang gapapa. Meski pun mereka tak pulang, namun wali santri tetap bisa menyaksikan kegiatan yang diikuti anak-anak mereka di pesantren terbaik se-Provinsi Jambi itu, lewat
chanel youtube Al-Inayah Official milik
Pesantren Al-Inayah. “Lewat wa group, live streaming media sosial juga kita sediakan salurannya, jadi meski santri tak pulang kerumah orang tuanya tapi wali santri tetap bisa melihat apa saja yang dilakukan anaknya, ” tutur Umi Al-Inayah, pengasuh Pesantren Al-Inayah kepada wartawan media ini, Selasa pagi 20 Juli 2021.

Lebih lanjut pengasuh Pesantren Al-Inayah yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Tebo periode 2019-2024 menguraikan, keterampilan yang ditampilkan santri asuhannya malam takbiran itu belum seberapa, karena masih banyak kepiawaian santri yang belum semuanya ditampilkan. “Kita menyesuaikan momen untuk menampilkan keterampilan santri kita, malam takbiran ya rasanya pas kalau ada karnaval lilin melambangkan kemenangan, diwaktu yang beda dengan momen yang beda pula nanti kita ekspos lagi, ” terang pengasuh enam pesantren Al-Inayah Kabupaten Tebo dan Bungo mengakhiri dialognya bersama media ini. (opi)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait