Effendi Hatta Mengklaim Tak Dilibatkan Dalam Penjaringan Cabup, Ada Apa Di DPD PD Jambi

banner 468x60)

IMG_20160809_214050

“Di Internal Partai Demokrat Kian Gaduh”

rakyatjambi.co, JAMBI–Tekenan wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi, dalam pengusungan calon bupati dan wakil bupati pada pilkada tahap II lebih berlaku ketimbang tekenan Sekretaris.

Seperti yang diprotes oleh Effendi Hatta, Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi, bahkan anggota DPRD Provinsi Jambi aktif ini sempat mempertanyakan penggunaan tanda tangan Wakil Sekretaris dalam pengusulan nama calon Bupati dan wakil Bupati ke DPP partai berlambang mersi itu.

Protes Effendi bukan tidak memiliki alasan karena dia merasa posisi sekretaris hingga saat ini masih dijabat oleh dirinya. Kepada Sejumlah wartawan Selasa 9 Agustus 2016 Effendi mengaku hingga hari ini dirinya masih selaku sekretasis DPD Demokrat dan belum pernah berhenti atau diberhentikan. Sementara dalam pengusungan nama calon bupati di sejumlah daerah yang melaksanakan Pilkada seperti Muarojambi, Sarolangun dan Tebo, dia merasa tidak pernah dilibatkan dalam mengusulkan calon tersebut. “Ini ada apa Kok nama dan tanda tangan saya tidak ada, malah wakil sekretaris dan ketua,” ujarnya heran.

Dirinya sendiri baru mengetahui hal ini saat melihat surat tersebut di sosial media.  Ia pun juga sempat ditelepon oleh DPP karena surat tersebut biasanya penggunaan wakil sekretaris ini jika sekretaris berhalangan. “Saya baru tahu saat sudah ramai di Facebook. Kenapa pakai tanda tangan Wakil sekretaris. Saya kan masih ada ini aneh,”katanya.

Menurutnya dalam mengusulkan calon tersebut juga sangat janggal, seharusnya ada mekanisme yang dilakukan diantaranya setelah hasil survei keluar, ada pertemuan rapat yang melibatkan DPC daerah yang melaksanakan Pilkada serta DPD hasil itu nanti disepakati untuk diusung siapa calon bupatinya. “Seperti halnya di Muarojambi Demokrat mengusung Ivan Wirata dengan Dody Sularso, padahal yang mendaftar di Demokrat tidak hanya ivan saja namun ada juga ada Masnah dan Agustian Mahir itu di Tebo ada Hamdi dan Yopi, Sarolangun Cek Endra kenapa saya tidak dilibatkan, ” bebernya.

Melihat dari sistem pengusungan calon tersebut Effendi Hatta menganggap ini suatu bentuk keteledoran bahkan bisa jadi kesengajaan atau ketidak sengajaan dan ini jelas menyalahkan mekanisme. “Mohon maaf lah apa mungkin HBA lupa atau hanya orang disekeliling HBA yang di dengar untuk pengusungan  calon bupati ini. Sehingga saya tidak dilibatkan padahal saya masih hidupkan, ” tambahnya.  ( Syah ).

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)