Ini Dia Ciri-ciri Daging Celeng Versi Disnak Tanjab Barat

banner 468x60)
animasi rakyatjambi.co

animasi rakyatjambi.co

rakyatjambi.co, KUALA TUNGKAL – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Dinas Peternakan (Disnak) menghimbau seluruh masyarakat untuk waspada dengan indikasi daging oplosan Sapi dan Celeng beredar dipasar tradisional Kuala Tungkal,

Mengingat moment Ramadhan terkadang seringkali dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertangungjawab dengan menjual daging oplosan, Demi mencari keutungan disaat melambungnya harga daging sapi dipasaran yang bertengger diangka RP 140 ribu Perkilo gramnya.

Kepala Dinas perternakan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamzah menghimbau masyarakat lebih Agar berhati hati dalam membeli daging, mengingat baru-baru ini ada penangkapan daging celeng di Kota Jambi,Dinas Peternakan khawatir, Karena di daerah Pengabuan Kabupaten Tanjabbar terdapat tempat penampungan Babi Hutan yang disuplai dari provinsi Riau.” Maka dari itu, Diharapkan kepada masyarakat, untuk selalu berhati-hati dalam membeli daging untuk dikomsumsi.” Ujarnya.

Lanjutnya, masyarakat Diharapkan tidak terkecoh dengan daging oplosan, caranya Sebelum membeli daging terlebih dahulu melihat warna daging yang akan dibeli.” Kalau daging babi itu warnanya Pucat mendekati warna daging ayam, Tapi kalau daging sapi, Wrnanya cerah.” Sebutnya.

Hamzah menjelaskan, Yang paling ditakutkan jika daging sapi asli dicampur dengan daging celeng, warnanya tidak begitu terlihat bedanya, Sepintas tetap seperti daging asli sehingga sulit dibedakan.” Ada lagi caranya apabila sudah terbeli rendamlah daging tersebut selama 1 s/d 2 jam, Apabila warnanya hilang, itu tandanya daging palsu (oplosan).” Ungkapnya.

Selain itu, Dikatakannya, Serat Daging sapi itu padat sedangkan Daging babi seratnya rengang. Begitu juga lemak dari dagingnya. Kalau daging sapi berbentuk serat menempel didagingnya, Sedangkan lemak daging babi itu bertumpuk-tumpuk dan ditempat-tempat tertentu dan lemaknya berlipat-lipat.” Ditambah lagi bau daging celeng itu juga khas, Beda dengan daging sapi baunya amis/anyir.” Bebernya.

Saat ditanyakan apakah pihak Disnak sudah melakukan pemeriksaan di setiap pasar yang ada dalam kota Kuala Tungkal ? Hamzah mengaku, Pihaknya sudah mengecek, Tapi tidak ditemukan adanya daging celeng atau oplosan di pasar.

Disamping itu, Hamzah menyebutkan jika Bupati telah mengintruksikan pihaknya, Agar H-2 Ramadhan sampai H-1 Lebaran. Untuk turun ke pasar-pasar mengecek daging yang dijual pedagang.” Akan tetapi, Apabila masyarakat ada yang menemukan indikasi ada pedagang yang menjual daging celeng, Supaya segera melaporkan kepada Dinas Peternakan. Nanti akan diberi sanksi dan tidakan,” Pungkasnya.(eko)

 

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)