Kasus DBD di Batanghari Sepanjang 2019 Turun

banner 468x60)

Muara Bulian – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batanghari mencatat jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah setempat terhitung hingga 27 Desember 2019 mencapai 125 kasus, yang tersebar di 8 Kecamatan yang ada di Batanghari. Jumlah kasus DBD di Batanghari ini menurun 34 kasus jika di bandingkan dengan tahun 2018.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, dr.Elfie Yennie mengatakan, untuk kasus DBD di Batanghari di tahun 2019 yang terhitung hingga 27 Desember hanya ada 125 kasus. Kasus DBD ini menurun jika di bandingkan tahun 2018 yang lalu, yang berjumlah 159 kasus. Dari sejumlah kasus tersebut, Kecamatan dengan kasus DBD terbanyak adalah Kecamatan Muara Bulian dengan 37 kasus. Jum’at (27/12).

Elfie juga menambahkan, untuk langkah dalam mengantisipasi kasus tersebut, pihak Dinkes telah membuka Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) yang mana ini di bentuk di setiap Kecamatan, program Pokjanal ini dalam pembentukannya di hadiri langsung oleh Camat dan Lurah/Kepala Desa setempat.

“Serta dalam mencegah agar tidak terjadinya DBD Dinkes juga membuat program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Yang mana di setiap rumah akan di tunjuk satu perwakilan untuk menjadi Jumantik. Dan untuk DBD ini sendiri ada 3 tingkatan diantaranya, Demam Dengue, demam berdarah dengue dan yang paling berbahaya yang menyebabkan kematian adalah Demam Dengue Shock Syndrome,”ujarnya.

Elfie juga menjelaskan, dalam mengatasi DBD ini, untuk melakukan fogging bukanlah cara efektif untuk mengatasi DBD secara habis, karena fogging hanya dapat membunuh nyamuk dewasa, jadi masyarakat di himbau untuk melakukan pembersihan lingkungan dengan cara 3 M plus yaitu menutup tempat penampung air, menguras bak mandi atau tempat penampungan air lainnya dan mengubur atau mendaur ulang barang bekas. (RUD)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)