Musim Angin Barat, Nelayan Kuala Tungkal Pilih Gantung Jaring

banner 468x60)

IMG-20170221-WA0001

Laporan Wartawan rakyatjambi.co, Eko wijaya

rakyatjambi.co,KUALA TUNGKAL – Sejumlah nelayan di Parit 4, Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat saat ini lebih memilih memperbaiki jaringnya.

Memasuki musim angin barat di wilayah perairan Kepulauan Riau termasuk perairan wilayah Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat , kebanyakan nelayan kini menganggur. Mereka menghentikan aktivitas melaut seiring gelombang tinggi mengancam keselamatan jiwanya.

Gelombang tinggi yang disertai angin kencang, kini merusak harapannya. Padahal para nelayan penuh harap, memasuki awal tahun ini tangkapan melimpah ruah.

Sukanik (32) Salah seorang nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat membeberkan jika dalam dua bulan terakhir ia terpaksa gantung jaring.“Intinya keselamatan pak, dak dapat ikan nyawa terancam, mending didarat kerja serabutan sama perbaiki jaring,”bebernya.

Walaupun ini merupakan fenomena alam yang tidak dapat dihindari, kata Sukanik, saat ini para nelayan tradisional Kuala Tungkal yang tidak memiliki perlengkapan melaut yang standar mengharapkan perhatian penuh dari pemerintah daerah maupun pusat untuk memperhatikan nasib para nelayan.“Kalau bisa kimi dibantu kapal yang agak besar, supaya keselamatan dan kenyaman melaut bisa kami rasakan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Para nelayan di kawasan perairan kepulauan Riau termasuk Perairan Kuala Tungkal, Sungai Pengabuhan Kabupaten Tanjung jabung Barat diimbau waspada terhadap angin barat yang biasa berlangsung hingga awal Maret mendatang. Hembusan angin Barat membahayakan keselamatan karena tiupannya kencang mengakibatkan gelombang besar.

‎Kepala KPLP KSOP Kuala Tungkal, Jainudin, mengungkapkan, Bulan Januari dan Febuari, BMKG sudah dua kali mengeluarkan Himbawan. Warga juga dihimbau agar lebih berhati-hati terhadap angin kencang, dan gelombang tinggi terutama di wilayah perairan (Bintan) perairan riau dan sekitarnya. Serta arus alut cukup kuat di wilayah perairan diwilayah perairan riau.”Sungai kita termasuk perairan Bintan, jadi himbawan juga berlaku bagi masyarakat kita,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Angin barat termasuk ke dalam salah satu jenis angin musim. Berdasarkan Surat Edaran BMKG, intensitas gelombang mengalami peningkatan, dari 0,3 sampai 1,2 meter bahkan lebih. Hal serupa juga terjadi pada Arah angin Utara Timur Laut, kecepatan angin, dengan kesepatan mencapai 0,5 sampai 15 Not‎. Sementara arus air laut juga mengalami peningkatan.“Walaupun hanya himbauwan, belum warning keras, namun diharapkan warga yang beraktifitas terutama bagi pengusaha angkutan laut dan Nelayan agar dapat berhati-hati. Pasalnya para nelayan kita lebih beresiko terancam bahaya dengan kedatangan angin barat ketimbang transportasi laut. Karena para nelayan harus berada jauh di tengah lautan ketika mencari ikan,” ulasnya.

Perubahan cuaca ini ternyata juga menjadi perhatian serius Komunitas perairan Tanjab Barat yang terdiri dari Polres Tanjab Barat (Polsek KPPP Marina dan Satpolair Polres) TNI AL, Bea Cukai, Ditpolair Mabes, Syahbandar, Ditpolair Polda, dan Karantina Pelabuhan Kuala Tungkal.

Kapolres Tanjabbar AKBP Agus Sumartono membenarkan adanya perubahan cuaca angin Barat.“Angin tersebut secara teori memicu munculnya arus kuat di tengah laut dari Barat menuju Timur. Meski saat ini kondisi perairan masih cukup nyaman untuk melaut, khususnya bagi kapal-kapal penangkap ikan berukuran besar, namun kita imbau warga khususnya nelayan agar nelayan tetap waspada,” tuturnya.

Kapolres menyebut, kondisi di laut sulit ditebak. Kadang sehari atau dua hari cuaca baik, tetapi mendadak dapat berubah cepatm, yang perlu diwaspadai angin karena hubungannya dengan ombak,” ungkapnya.

Menyikapi dan mengantisipasi perubahan cuaca Angin Barat, lanjut Kapolres peran komunitas perairan harus siaga bila sewaktu waktu diperlukan tenaganya demi kemanusiaan.“Kita harus siap berperan tugas kemanusiaan, membantu masyarakat korban bencana alam seperti banjir, orang tenggelam dan sebagainya,” tutupnya.

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)