Pemkab Tak Peduli..!, Bidan Pustu Desa Pembengis Tanjabbar Pasang listrik Pustu Pakai uang pribadi

banner 468x60)

img1466216583807

rakyatjambi.co,KUALA TUNGKAL- Puskesmas Pembantu (Pustu) yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan ditingkat paling bawah, seharusnya memiliki fasilitas yang memadai dan pelayanan yang maksimal. Namun kondisi terbalik terjadi di Pustu pembengis, Desa pembengis, kecamatan bramitam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Pustu yang terbuat dari bangunan semi permanen beratap seng itu kerap mengalami krisis air bila hujan tak kunjung turun. Selain itu, fasilitas listrik yang tidak di disediakan olah pemerintah membuat salah satu Bidan pustu yang tinggal bersebelahan rela merogoh kocek pribadinya lebih dalam untuk memasang KWH meter demi untuk terpenuhinya kebutuhan listrik.

Pustu yang letaknya strategi berada tidak jauh dari jalan raya ini di isi oleh 4 orang petugas kesehatan, diantaranya 1 bidan Pns,1 bidan pegawai tidak tetap (PTT), 1 perawat wanita dan 1 perawat pria tenaga kerja kontrak (TKK). Dari 4 petugas, 1 diantaranya tinggal di Pustu yang standby 24 jam.” Kalau fasilitas air disini sambungan PDAM belum ada.Kami ngandalkan air hujan, ya kalau air habis dan gak ada hujan kami mikir sendiri dengan membeli air dari sumur bor Rp 12 ribu perdrumnya untuk mandi dan nyuci, sedangkan masak dan minum pakai air galon. selain air, dulu nyambung listrik dari rumah warga mbayarnya sampai Rp 150-175 ribu perbulan, terasa keberatan kami masang amper pakai uang sendiri seharga RP 2,5 juta,” ungkap NN salah satu bidan setempat.

NN mengatakan, dirinya bersama ke 3 rekannya berharap pemerintah kabupaten melalui dinas terkait bisa peka dan memberi solusi terhadap masalah apa yang mereka temui saat berdinas di pustu.”Dulu sudah disampaikan permasalahan ini ke pihak Dinas kesehatan tapi belum ada tindak lanjutnya, mudah mudahan persoalan ini dapat di dengar bapak Bupati mas, terlepas dari persoalan itu intinya kami dengan senantiasa mengabdi untuk negara dengan sebaik baiknya,” Tutup bidan NN.(eko)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)