Perawatan Penderita Hydrocepalus Putra Penyadap Karet Gunakan Biaya Sendiri

banner 468x60)

img_20161024_152748 img_20161024_152801rakyatjambi.co, jambi–Hingga Senin siang 24 Oktober 2016 Bayi penderita hydrocepalus kini terlihat terbaring lemas diruang Isolasi 1 anak RSUD Raden Mataher, balita yang bernama Abdul Aziz Mansyur, baru berusia 10 bulan, ini berasal dari Desa Ladang Panjang, Rt. 06 Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Saat dimintai keterangannya Yani (33) Ibu dari bayi malang itu mengaku anaknya terkena hydrocepalus sudah sejak dalam kandungan, persoalan itu diketahui hasil USG,  sekitar dua minggu setelah proses persalinan anaknya langsung di operasi di RS Annisa. “Operasinya pakai biaya sendiri di RS Annisa mas, setelah dioperasi kini tiap bulan harus kontrol mas,” ujarnya.

Yani mengaku dirinya bersama suaminya sekitar pukul 06.20 wib pagi, mengantar anaknya ke RSUD memakai kendaraan roda dua, karena melihat kondisi anaknya kejang-kejang, sedangkan perawatan anaknya kini ditangani oleh dokter Bedah Aprianto, dan Dr dian.” Arahan dari Dokter Aprianto masalah selang tidak apa-apa karena di kepala ada cairan makanya kejang-kejang dan harus rajin kontrol biar tahu, anak saya sudah dioperasi sejak umur 10 hari, semenjak setelah kelahiran,” terang Yani.

Yani berharap kepada pemerintah untuk bisa turut membantu meringankan beban yang dia tanggung pasalnya pendapatan dari pekerjaan suaminya sebagai penyadap karet jauh tidak sebanding dengan yang harus mereka keluarkan untuk perawatan buah hatinya. “Sampai saat ini dalam perawatan anak saya belum ada bantuan dari Rt, Lurah, dan Pemerinrah dan kemarin saya sudah kasih tahu dari pak lurah untuk mengurus data agar untuk diberi bantuan, namun lurah berkata nantilah kita usahain untuk membantu,” tutur Yani. ( Syah )

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)