Selain Petani, “Bang Robby” Juga Keluhkan Harga Jual Gabah

banner 468x60)

IMG-20170301-WA0055

Laporan Wartawan rakyatjambi.co, Hendry

MUARASABAK-Harga jual gabah kering giling pasca panen yang selalu rendah ternyata tidak hanya dikeluhkan petani. Wakil bupati Tanjung Jabung Timur H Robby Nahliyansyah juga mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

Hal ini menurutnya, berdampak pada sulitnya Pemerintah daerah mempertahankan luasan lahan tanam padi sawah. Ia mengaku tertatih-tatih mengajak petani untuk tetap mau bersawah.”Walau produksi meningkat tapi harga selalu terintervensi, sehingga sulit bagi kami Pemerintah daerah untuk membujuk petani mau tetap bertani padi. Jadi sebenarnya ketika sebagian besar beralih ke sawit itu sangat bisa dimaklumi, kita Pemerintah belum bisa menjamin harga pasca panen tetap baik,”kata Wabub Rabu (1/3).

Menurutnya, tahun ini Pemkab Tanjabtim akan ada upaya kongkrit bersama bulog terkait harga gabah dan beras pasca panen yang masih rendah, hanya saja diakuinya ada beberapa hal prinsip belum mendapat tirik temu.”Misalkan soal pembangkan gudang Bulog, secara khusus Pemkab Tanjabtim berharap gudang bulog tidak dibangun di pusat kabupaten, melainkan langsung di sentra – sentra pertanian, ” ujarnya.

Hal itu dimaksudkan, untuk menekan cost produksi yang biasanya banyak terserap di sektor transportasi. Begitu pula soal kebutuhan raskin di sejumlah kecamatan.”Kalau pendapat kita, cukup memungkinkan bagi Bulog untuk menerima beras produksi masyarakat di suatu kecamatan, lalu disalurkan ke kecamatan lain penerima raskin. Dengan begitu Akan ada biaya angkut yang bisa diefisienkan,” terangnya.

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)