Zarfina : Untuk mengungkapkan kasus pelecehan seksual terhadap korban tidaklah gampang

banner 468x60)

 

Jambi – Kasus pelecehan seksual pada mahasiswa masih kerap terjadi. Hal ini tentu ada pemicunya baik dari segi gaya pacaran terhadap mahasiswanya, ataupun modus dosen terhadap mahasiswanya.

Hal tersebut dikatakan Ketua Pusat Studi Gender UIN Zarfina Yenti saat acara Konferensi Pers Launcing Hasil Study Pelecehan Seksual Pada Mahasiswa. Bertempat di Lantai III, Gedung STISIP Nurdin Hamzah. Rabu (9/1).

” banyak modus yang dilakukan para pelaku terhadap korbannya, Namun untuk mengungkapkan kasus tersebut terhadap korban tidaklah gampang dikarenakan adanya tekanan” ujar Zarfina.

” adapun tekanan yang kerap terjadi pada korban bisa jadi dirinya takut dari reaksi keluarganya dan Lingkungan sosial terhadap korban, serta menjaga nama baik kampus” lanjutnya.

Sementara itu Bernadeta Dian, Staf Riset dan Kampanye Beranda Perempuan, memaparkan tentang penanganan kasus oleh Perguruan Tinggi dengan berbagai motif dosen terhadap mahasiswanya. Dirinya menyampaikan dari hasil penelitian ternyata menemukan pelecehan dan kekerasan seksual pada mahasiswa paling banyak terjadi diruang lain, selain kampus dan rumah dosen.

” Hal ini terjadi karena relasi dosen dan mahasiswa yang berlangsung memberikan peluang bagi mahasiswa dan dosen mengadakan pertemuan – pertemuan diluar kampus. Beberapa kasus tempat pertemuan seringkali terjadi di kafe atau hotel” paparnya.

Dian juga menjelaskan tempat terjadinya pelecehan seksual pada mahasiswanya berdasarkan penilaian responden diantaranya ruang dosen 7 persen, ruang belajar 14 persen, rumah dosen 16 persen, tempat lain 44 persen, dan tidak menjawab 19 persen. (Syah)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)