Bertambah Tiga, Total Korban Meninggal Dunia Akibat Covid-19 di Batanghari Jadi 24 Orang

69 views

Muara Bulian – Terkait perkembangan penanganan kasus covid-19 di Kabupaten Batanghari, Satgas covid-19 Batanghari kembali menemukan penambahan kasus meninggal dunia sebanyak tiga orang, atas penambahan kasus tersebut total jumlah kasus meninggal dunia menjadi 24 orang. Rabu (05/05).

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Batanghari dr.Elfi Yennie,MARS mengatakan, dalam dua hari terakhir termasuk hari ini pihaknya mendapati ada tiga kasus pasien covid-19 yang meninggal dunia, dua diantaranya merupakan warga Kecamatan Muara Bulian dan satu Warga Kecamatan Bajubang.

“Untuk tiga pasien tersebut, berinisial HY usia 51 Tahun warga Kelurahan Muara Bulian, NH Usia 50 Tahun warga Panerokan Kecamatan Bajubang dan terakhir TN usia 55 Tahun warga Kelurahan teratai ,Kecamatan Muara Bulian. Ketiga pasien tersebut rata-rata memiliki riwayat penyakit komplikasi bawaan seperti jantung dan diabetes,”Ungkapnya.

Dilanjutkan Elfi, penambahan kasus covid-19 di Batanghari dalam pekan ini selalu terjadi penambahan yang signifikan, hal ini dilihat dari hasil laporan dari pelacakan yang di lakukan oleh Satgas covid-19 Kabupaten Batanghari.

“Dalam dau hari ini juga terjadi penambahan kasus konfirmasi, kemarin pada tanggal 04 Mei 2021 ditemukan dua orang, dan pada hari ini kasus konfirmasi kembali bertambah 16 orang, dan saat ini pasien telah menjalani perawatan lebih lanjut,”Ucap Elfi.

Dijelaskan Elfi, kasus konfirmasi ini rata-rata di temukan di wilayah Kecamatan Muara Bulian bahkan trennya separuhnya merupakan warga Muara Bulian.

“Sedangkan untuk kasus sembuh kemarin juga terjadi penambahan 10 orang, sehingga saat ini menjadi 517 orang. Dan untuk kasus konfirmasi keseluruhannya hingga saat ini menjadi 755 orang,”Ujarnya.

Sementara itu, atas meningkatnya kasus tersebut, pihak Satgas covid-19 semakin gencar melakukan razia operasi yustisi yang di gelar oleh TNi, Polri dan Satpol PP Kabupaten Batanghari.

“Untuk penambahan kasus ini dinilai terjadi karena rengganngnya kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan, serta masih banyakya kerumunan yang dilakukan warga, apa lagi saat ini di tengah Bulan Ramadhan, bahkan sudah mau mendekati Hari Raya Idul Fitri,”Tuturnya.

Dengan demikian, saat ini Pihak Satgas juga telah memantau, bahwa setiap Desa mauppun Kelurahan sudah banyak mendirikan posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

“Untuk memutus mata rantai covid-19 saat ini pihak Kelurahan/Desa juga sudah bersinergi dengan Kabupaten dengan membentuk PPKM di daerahnya. Sehingga perangkat RT bersama warganya dapat dengan mudah memantau masyarakatnya sendiri untuk tidak melakukan kerumunan bahkan membatasi kegiatan yang dirasa kurang penting,”Tutupnya.(RUD)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait