Bupati Safrial Buka Ujian Seleksi Penerimaan Calon Taruna STP Jakarta

415 views

TANJAB BARAT- Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tanjung Jabung Barat menggelar Ujian Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta Rayon Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2019 di aula BKPSDM Kuala Tungkal, Selasa (25/6/2019).

Pembukaan Ujian Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Sekolah Tinggi perikanan (STP) Jakarta dibuka langsung Oleh Bupati Tanjung Jabung Barat DR. Ir. H. Safrial, MS.

Bupati Safrial Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengatakan,dalam hal ini pihaknya merasa bangga karena mampu memfasilitasi sekolah Tinggi perikanan untuk menjadi salah satu wilayah rayon seleksi calon taruna/taruni sekolah tinggi perikanan wilayah provinsi Jambi Tahun 2019.“ Saya berharap generasi muda Indonesia dapat unggul dan bersaing dalam mengembangkan inovasi dan kreatifitas dibidang kelautan dan perikanan.dan dimasa mendatang lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang kompeten dan professional dalam mengelola sector keluatan dan perikanan yang lebih baikuntuk kesejahtraan masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkannya,Untuk mendukung Indonesia menuju poros maritim dunia pemerintah harus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, kritis, unggul dan berdaya dalam menghadapi revolusi industri di sektor perikanan dan kelautan. “Untuk itu kita harus mewaspadai pemuda untuk membangun ide dan inovasi di sektor Kelautan dan Perikanan sehingga kita mampu menciptakan generasi perikanan milenial yang positif dan penuh kreasi, ” cetusnya.

Sementara itu,Kepala BKPSDM Encep Jarkasih menyampaikan bahwa hari ini  kegiatan pembukaan ujian seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Sekolah Tinggi perikanan (STP) Jakarta dilaksanakan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat ditunjuk STP Jakarta sebagai salah satu Rayon yang ada di Provinsi Jambi untuk mengadakan seleksi.

Ditambahkannya,Sedangkan Jumlah yang mendaftar lewat jalur online sebanyak 79 orang tapi setelah dilakukan verifikasi online itu tinggal 66 orang dan pemberkesan yang dilakukan panitia pusat itu tinggal 54 orang.

Selain itu,Untuk ujian seleksi akademik hanya jalur umum, yang jalur khusus itu anak nelayan dia tidak mengikuti tes administrasi, langsung tes fisik, kesehatan kemudian psikotes lalu wawancara, maka dari itu ada perbedaan yang ikut jalur umum dan khusus.”kuota untuk nasional cukup banyak sekitar 3.500 san. Kita harapkan yang nasional dan STP yang mendaftar itu 400 sekian mudah-mudahan anak-anak kita banyak yang masuk, Kepada seluruh peserta silahkan berkompetisi sesuai kemampuan  masing-masing, ” pungkasnya. (by)

 

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait