Coenocyte Sosial Media Sains dan Teknologi Jadi Penghubung Para Ilmuwan dan Pemerhati Teknologi

875 views
  • rakyatjambi.co–Sosial media telah menjadi bagian kehidupan yang tak terpisahkan. Banyak perusahaan besar memasarkan produknya lewat kanal-kanal di sosial media. Dikutip dari laporan Tetra Pak Index 2017, ada 132 juta pengguna internet di Indonesia dan 40% nya adalah penggila sosial media dalam
    usia produktif. Sedangkan menurut data Statista saat ini ada 10 sosial media paling berpengaruh di dunia, urutan pertama sampai ketiga ditempati oleh Facebook, YouTube dan WhatsApp.
    Jika ditinjau dari sisi
    kegunaan secara garis besarnya dapat disimpulkan sebagai berikut:
    1. Facebook Sosial media berbagi momen kehidupan pribadi dan mencari teman.
    2. YouTube  Sosial media berbagi video dan menghasilkan uang lewat vlog (sedang HITs), biasa disebut
    YouTuber’s.
    3. WhatsApp  Aplikasi chating pengganti SMS, biasa digunkan untuk berkomunikasi cepat.
    4. Instagram  Sosial media berbagi momen dalam bentuk foto.
    5. Twitter Sosial media berbagi berita singkat dari tokoh-tokoh publik (artis, pejabat dan perusahaan).
    6. LinkedIn  Jaringan profesional para pekerja.
    7. Snapchat Sosial media berkirim video dan foto yang kemudian secara otomatis akan terhapus dalam beberapa
    detik.
    Hampir semua konten didalam sosial media tersebut adalah postingan tentang diri pribadi
    penggunanya seperti curhatan, foto dan video. Jarang ditemukan konten yang secara eksplisit
    membahas mengenai sains, teknologi, dampak lingkungan dan kemungkinan kekurangan pangan
    karena ledakan populasi. “Manifesto Masalah global yang kita hadapi – ancaman benda angkasa, perkembangan teknologi, pemanasan global, meningkatnya pencemaran, dan menipisnya sumber daya karena bertambahnya populasi –semakin bertambah serius, ” kata Muhammad Rahman, pencipta Coenocyte, Sosial Media Sains dan Teknologi.
    Hal tersebut menjadi latar belakang berdirinya Coenocyte, Sosial Media Sains dan Teknologi yang
    diciptakan Rahman, mantan mahasiswa jurusan Fisika di IAIN STS Jambi (kini UIN STS Jambi) ini. Dapat diakses melalui url www.coenocyte.com
    Misinya adalah menghubungkan para ilmuwan dan pemerhati teknologi untuk memperbaiki masa

    depan. Melalui sosial media menjadikan generasi Millenial lebih perduli dengan masa depan Bumi,
    rumah umat manusia paling berharga.
    Memiliki fitur sosial media pada umumnya seperti pembaruan status, pertemanan, pesan dan
    halaman profil. Perbedannya adalah dari sisi konten karena secara tegas membahas ancaman yang tertuang dalam Manifesto diatas bersama para ilmuwan dan pemerhati teknologi.
    Coenocyte sendiri bermakna sel ber-inti banyak yang biasa ditemukan pada tumbuhan fungi atau jamur. (yop*)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait