Dua Pemasok Sabu Lintas Provinsi Dihadiahi Timah Panas oleh Personel BNNK Batanghari

67 views

Muara Bulian – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batanghari kembali berhasil amankan Pemasok sabu lintas Provinsi atas nama Joko bersama seorang rekannya. Kedua tersangka tersebut dihadiahi timah panas oleh petugas BNNK lantaran mencoba melakukan upaya perlawanan saat akan ditangkap. Senin (12/07).

Kepala BNNK Batanghari AKBP Zuhairi mengatakan, kedua tersangka ini ditangkap berdasarkan hasil pengembangan pasca tertangkapnya seorang bandar narkoba atas nama heri gondrong beberapa waktu lalu.
“Dari hasil pengembangan pasca tertangkapnya seorang bandar sabu atas nama heri gondrong dengan total barang bukti berupa dua paket besar dan 35 paket kecil narkoba jenis sabu seberat 21,11 gram. Kali ini, kami kembali berhasil meringkus seorang pemasok sabu lintas Provinsi bersama seorang rekannya,”Kata Zuhairi.

 

Dilanjutkan Zuhairi, kedua tersangka tersebut, ditangkap pada sabtu dini hari tepatnya 10 juli 2021 di wilayah Kecamatan Bajubang. Kedua tersangka, merupakan warga asal Kabupaten Pali Provinsi Sumatera Selatan atas nama Joko usia 24 tahun dan Afriyadi usia 20 tahun.

“Penangkapan ini berawal dari upaya petugas yang berpura-pura melakukan transaksi dengan melibatkan Heri gondrong yang tidak lain seorang bandar sabu yang sebelumnya berhasil kita tangkap. Akan tetapi, pada saat akan dilakukan penangkapan, tersangka berupaya melawan dengan cara ingin menabrak tim BNNK, alhasil, petugas pun terpaksa melepaskan tembakan, dan tepat mengenai betis bagian kaki tersangka,”Ujarnya.

Zuhairi juga menceritakan, bahwa pemasok sabu atas nama Joko tersebut, mendapat hadiah timah panas yang bersarang di kedua kakinya tepat dihari ulang tahunnya yakni pada 10 Juli 2021. Sedangkan Afriyadi mendapat hadiah timah panas dibagian kaki sebelah kiri.

“Dari tangan kedua tersangka, petugas berhasil menyita empat paket sabu dengan berat sekitar 35 gram atau senilai berkisar Rp.60 juta lebih. Serta sejumlah uang tunai dan handphone milik tersangka,”Ungkapnya.

Sementara itu, tersangka Joko mengaku, baru beberapa kali melakukan transaksi sabu di wilayah Batanghari ini. Dimana untuk satu kali transaksi, penyadap karet ini berhasil mendapat penghasilan sekitar Rp.3 juta dengan total berat sabu berkisar 53 gram.

Dengan demikian, atas perbuatannya kedua tersangka akan di jerat dengan pasal 114 subsider pasal 112 junto pasal 132 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 sampai 12 tahun dan maksimal seumur hidup.(RUD).

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait