Gubernur Zola Pantau Pertanian Tebo

1085 views

Tebo – Kamis (12/10), Gubernur Jambi, H. Zumi Zola,S.TP,MA mengimbau para petani untuk tidak mengalihfungsikan lahan pertanian pangan menjadi lahan pertanian non pangan atau peruntukan lain, karena pertanian pangan itu sangat penting. Sebagai reward bagi para petani yang mempertahankan lahan pertanian pangan, Zola pun mengatakan akan terus berupaya memberikan bantuan, sedangkan bagi para petani yang mengalihfungsikan lahan pertanian pangan, bantuan tidak diberikan. Hal tersebut dilakukan Zola sebagai salah satu langkah untuk menunjang swasembada dan ketahanan pangan. Imbauan itu dikemukakan Zola dalam Gerakan Tanam Padi Sawah Gapoktan Lingkar Nago bersama Gubernur Jambi, Bupati Tebo H.Sukandar, Wakil Bupati Tebo H.Syahlan, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj.  Sherrin Tharia Zola,  Ketua TP PKK Tebo (Anggota DPR RI) Hj.  Saniatul Lativa Sukandar, TNI di Desa Bungo Tanjung Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo.

Gerakan Tanam Padi Sawah tersebut mengusung tema “Melalui Mekanisasi Pertanian Kita Tingkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) Mendukung Upsus Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) Menuju Jambi TUNTAS 2021.”

Zola mengakui telah memantau keberhasilan masyarakat di Desa Bungo Tanjung dalam bidang pertanian khususnya padi sawah. “Saya pantau para petani dan Gabungan kelompok Tani (Gapoktan) sangat luar biasa, satu hektar hasilkan 5,7 ton,” ungkap Zola.

Zola menegaskan keberhasilan masyarakat dengan pertanian perlu perhatian agar tidak terjadi alih fungsi lahan yang menjadi tantangan di samping perubahan iklim terhadap tanaman non pangan. “Kita edukasi masyarakat kalau pertanian komitmen kita beri bantuan, ada alat pertanian sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih, ketika tidak komit berubah menjadi non pangan kita tidak beri bantuan lagi,” tegas Zola.

Zola mengingatkan bahwa musim tanam bisa berubah sesuai dengan keadaan iklim yang perlu disikapi para penyuluh dan pihak terkait pertanian. “Para penyuluh, sama-sama kita membimbing petani apa saja aplikasi teknologi yang harus diterapkan supaya kualitas dan kuantitas hasil pertanian bisa meningkat,” harap Zola.

Peningkatan panen padi dari dua tahun sekali ditingkatkan menjadi tiga kali setahun merupakan harapan gubernur pada masyarakat petani di Desa Bungo Tanjung. “Bersama Pak Bupati terus menganggarkan untuk program pertanian, Insya Allah Nilai Tukar Petani (NTP) bisa mencapai seratus, ini momentum baik,” tutup Zola.

Bupati Tebo, H. Sukandar menyampaikan, padi jagung kedelai (Pajale) mengalami peningkatan siginifikan, dan masing-masing kecamatan memiliki andalan , Kecamatan Tebo Ulu dengan potensi sawah, Tujuh Koto dengan jagung kedelai, Serai Serumpun dan Tebo Ilir  dengan potensi kedelai, “Peningkatan ini tidak terlepas dari bantuan gubernur melalui Dinas Pertanian. Alsintan supaya dipergunakan dengan baik,” kata Bupati Tebo.

Laporan Wartawan Provinsi Jambi (Syah)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait