Penderita ISPA Kategori KLB

1609 views

Di Kota Bangko, Sekolah Belum Diliburkan
Beritaduo.com, Merangin-Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Merangin, menunjukkan jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kabupaten Merangin, selama bulan Agustus 2015, diketahui meningkat drastis dari bulan sebelumnya.

Peningkatan jumlah penderita ISPA per Bulan Agustus tersebut bahkan sudah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Demikian disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Merangin, Solahudin melalui Kabid Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2M PL), Zamroni, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (14/9) kemarin.

‘’Dari bulan sebelumnya, jumlah penderita ISPA hingga bulan agustus 2015, meningkat cukup tajam, sudah bisa dikatakan KLB,” kata Zamroni.

Dikatakan Zamroni, data tersebut di himpun dari laporan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di kabupaten Merangin. Sedangkan untuk penderita ISPA yang dirawat di RSUD Kolonel Abundjani Bangko, pihaknya belum menerima laporan.

‘’Data ini yang kita himpun berdasarkan laporan seluruh Puskesmas dan Pustu, sedangkan dari RSUD, kita juga sudah meminta laporannya, namun belum disampaikan,” terangnya.
Berdasarkan data yang dirilis Dinkes Merangin, selama bulan Agustus lalu, jumlah penderita ISPA berusia di bawah lima tahun, yakni sebanyak 1.301, yang terdiri dari 43 orang penderita Pneumonia (ISPA Berat), dan selebihnya merupakan penderita ISPA Bukan Pneumonia.

Sementara penderita ISPA berusia diatas lima tahun berjumlah 2004, dengan rincian tiga orang penderita Pneumonia dan 2001 orang penderita ISPA Bukan Pneumonia. Dengan demikian, sepanjang bulan Agustus lalu, tercatat sebanyak 3.305 penderita ISPA.
Jumlah tersebut meningkat drastis dari beberapa bulan sebelumnya, yakni dari 2.968 jumlah penderita ISPA di Bulan Mei, 2.966 pada Juni dan 2.526 penderita ISPA pada Bulan Juli.

Dikatakan Zamroni, meski pihaknya belum mendapatkan data keseluruhan untuk bulan September ini, namun dikatakannya, melihat kondisi kabut asap yang semakin pekat beberapa waktu belakangan ini, dia memperkirakan jumlah penderita akan terus bertambah di bulan September ini.
‘’Kalau melihat kondisi kabut asap saat ini, kita prediksi jumlah penderita ISPA di bulan September ini meningkat,” sebutnya.

‘’Pada tanggal 25 sampai 30 tiap bulannya dilakukan rekap di puskesmas, untuk rekap di Dinkes dilakukan tangal 1 sampai tanggal 10, selanjutnya kita serahkan ke dinkes Provinsi,” tambahnya.
Terkait tingkatan usia yang rentan terhadap ISPA, dia mengatakan, terlebih dalam kondisi cuaca seperti sekarang ini, semua tingkatan umur bisa terserang penyakit pernafasan tersebut. Namun dikatakannya, anak-anak tentu lebih rentan jika dibandingkan dengan orang dewasa.
‘’Sebenarnya tidak memandang usia, namun anak anak tentu lebih rentan. Untuk itu kita menghimbau kepada masyarakat, terlebih dalam kondisi kabut asap yang masih pekat ini, untuk mengurangi segala macam aktivitas diluar rumah, terlebih bagi anak anak dan balita,” tutupnya.

Sementara itu, meski kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Merangin terlihat semakin pekat, namun pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin, sejauh ini belum mengambil tindakan untuk meliburkan sekolah. Sekolah tingkat SD yang sebelumnya diliburkan pada akhir pekan lalu, sejak kemarin kembali bersekolah, siswa tingkat PAUD dan TK yang diperpanjang liburnya, sementara kondisi kabut asap semakin parah.

Hal ini seperti dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (disdik) kabupaten Merangin, Mashuri. Namun demikian dikatakannya, untuk sekolah Tingkat SD, SLTP dan SLTA sejauh ini hanya diliburkan di beberapa daerah tertentu saja.

‘’Pada hari Sabtu dan Minggu cuaca cerah, asap makin berkurang. Tapi hari ini (kemarin- red) asap makin parah lagi. Jadi untuk PAUD dan TK masih diliburkan,” kata Mashuri, Senin (14/9).
‘’Semua PAUD dan TK di Merangin diliburkan, sampai waktu yang tidak di tentukan, yakni sampai kabut asap berkurang,” sambungnya.

Sementara untuk siswa SD di kota Bangko, yang sempat diliburkan akhir pekan lalu, meski asap masih tebal Senin kemarin kembali bersekolah seperti biasanya. Namun Pemkab masih akan melihat kondisi asap untuk meliburkan siswa SD.
‘’Untuk Siswa SD yang akhir pekan kemarin libur, hari ini masuk sekolah lagi. Untuk meliburkan kembali, kita akan melihat kondisi asap dulu,” ujarnya.

Untuk saat ini, selain di wilayah Kecamatan Jangkat, kondisi terparah diselimuti kabut asap, diungkapkan Mashuri, terjadi di wilayah Kecamatan Tabir Selatan. Sehingga sekolah diwilayah setempat telah diliburkan sejak senin kemarin, mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA.
‘’Kepekatan kabut asap terparah di Tabir Selatan. Semua sekolah disitu diliburkan,” ungkapnya.
Sementara untuk sekolah di kawasan Kecamatan Jangkat dan sekitarnya yang pekan lalu diliburkan. Senin kemarin hanya PAUD dan TK yang masih diliburkan, sedangkan siswa SD hingga SMA sudah sekolah kembali.

‘’Untuk wilayah Jangkat sudah masuk lagi, cuma TK dan PAUD yang masih diliburkan,” ucap Mashuri.
Meski demikain dia mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan kepada pihak sekolah, untuk mengurangi aktivitas siswa diluar ruangan, terutama selama kabut asap menyelimuti kabupaten Merangin.
‘’Sudah kita intruksikan ke sekolah untuk tidak banyak beraktivitas di luar ruangan,” tuntasnya.(MT)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait