Pengunjung Festival Mandi Shafar Tumpah Ruah

938 views

TANJABTIM- Untuk melestarikan budaya Mandi Shafar di Desa Air Hitam, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata mendukung penuh Tradisi Mandi Shafar untuk menjadi Destinasi Wisata setiap Tahunnya.

Acara yang rutin di agendakan setiap tahunnya di Pantai Bambu Salam ini, pada Rabu (15/11/2017). Dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jambi H. Fachrori umar, Bupati Tanjung Jabung Timur, Romi Hariyanto, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Jambi, serta ribuan masyarakat setempat yang sangat antusias.

Acara mandi Shafar 1439 Hijriyah, ini sendiri di buka langsung Wakil Gubernur Jambi, H, Fachrori Umar. Dan dilanjutkan pelepasan menara pancang, yang di arak ribuan masyarakat menuju bibir pantai.

Wakil Gubernur, H. Fachrori Umar mengatakan agenda festifal mandi Shafar memang akan terus di dorong oleh Pemerintah Provinsi Jambi, dan di harapkan mampu menyedot animo masyarakat lebih banyak lagi.”Festifal ini sangatlah menarik, saya terus terang betul dari jauh – jauh hari sebelumnya untuk acara Mandi Shafar ini sangat antusias, dan ikut terjun langsung mandi Syafar ini, ” kata Wagub.

Sementara itu pimpinan Ponpes Wali Peetu Serta Pemangku Adat setemoat, H.M. As’ad Arsyad menjelaskan Mandi Shafar adalah tradisi yang sudah ada turun temurun, bertujuan untuk keberkahan dan tolak balak mengingat mayoritas di desa Air Hitam  adalah Nelayan.Yang di awali dengan tiga tahapan yakni berniat, menulis doa, serta mandi Shafar keesokan harinya.

As’ad mengatakan memang tradisi mandi Shafar bukanlah Syari’at Islam, namun hanya tradisi turun- temurun yang sudah ada dari dahulu yang di bawa suku Bugis Sulawesi ke Tanjung Jabung Timur. “Tradisi sudah ada tahun 1964, serta menjadi agenda tahunan setiap  tahunnya 2013 menjadi Festifal Mandi Shafar, ” jelas As’ad.

As’ad juga mengaharapkan dukungan Pemerintah  Provinsi Jambi maupun Pusat dengan adanya Mandi Shafar ini juga termasuk destinasi Wisata bagi Kabupaten Tanjung Jabung Timur, karna tradisi ini sudah ada setiap tahunnya dan menarik perhatian wisatawan dari dalam maupun luar kota.

Laporan Wartawan Provinsi Jambi (Syah)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait